Kota Bima (Suara NTB) – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bima, menyiapkan enam strategi untuk menjaga tren pertumbuhan investasi tetap positif. Langkah tersebut dilakukan setelah realisasi investasi tahun 2026 melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMPTSP Kota Bima, Ichwanul Muslimin, SP., MM., mengatakan penguatan iklim investasi menjadi fokus pemerintah daerah melalui kemudahan pelayanan, promosi investasi, hingga penyiapan proyek yang siap ditawarkan kepada calon investor.
“Kami sedang mendorong penguatan iklim investasi daerah melalui percepatan pelayanan perizinan berbasis risiko (OSS-RBA), peningkatan kualitas pelayanan publik melalui Mal Pelayanan Publik yang terintegrasi lintas OPD, mendorong realisasi investasi PMDN dan PMA sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi serta penyerapan tenaga kerja, dan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan sebagai pondasi kepercayaan investor dan masyarakat,” ujarnya, Jumat (31/7).
Strategi pertama yang dilakukan adalah meningkatkan kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Pihaknya akan melakukan pembinaan, bimbingan teknis kepatuhan, hingga menerbitkan surat teguran kepada perusahaan yang belum menyampaikan laporan investasi.
Selain itu, DPMPTSP akan memperbarui profil dan peta investasi Kota Bima, termasuk informasi lahan yang berstatus clean and clear. Pembaruan data tersebut diharapkan memudahkan calon investor memperoleh informasi mengenai potensi investasi sekaligus memberikan kepastian sebelum menanamkan modal.
“Kami akan memperbarui profil dan peta investasi, termasuk informasi lahan yang clean and clear, sehingga menjadi aspek kemudahan dan meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di Kota Bima,” katanya.
Langkah berikutnya ialah menyiapkan Investment Project Ready to Offer (IPRO), yakni daftar proyek prioritas yang siap ditawarkan kepada investor. Pemerintah daerah ingin memastikan proyek-proyek yang dipromosikan telah memiliki informasi yang lengkap sehingga lebih mudah dipasarkan kepada calon investor.
DPMPTSP juga akan memperluas kemitraan investasi melalui penyelenggaraan temu bisnis, partisipasi dalam pameran produk daerah, serta mengikuti berbagai forum promosi investasi. Salah satunya adalah Sasambo Challenge Investment yang diselenggarakan Bank Indonesia sebagai ajang memperkenalkan peluang investasi daerah kepada pelaku usaha.
Tidak hanya menyasar investor dalam negeri, promosi juga akan diperluas kepada calon investor penanaman modal asing (PMA). Langkah ini diharapkan mampu mendiversifikasi sumber investasi sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi Kota Bima. “Kami juga akan mengikuti kegiatan yang mendukung promosi penanaman modal, seperti Sasambo Challenge Investment yang dilaksanakan Bank Indonesia,” jelasnya.
Menurut Ichwanul, berbagai strategi tersebut disiapkan agar capaian investasi yang telah melampaui target tidak hanya menjadi keberhasilan sesaat, tetapi dapat dipertahankan secara berkelanjutan melalui peningkatan kualitas pelayanan, promosi yang lebih agresif, serta kemudahan berusaha bagi investor.
“Promosi investasi akan lebih kami aktifkan kepada calon investor PMA untuk diversifikasi sumber investasi yang masuk ke Kota Bima,” pungkasnya. (hir)

