Giri Menang (Suara NTB) – Pasca-kebakaran yang menimpa rumah di Dusun Peresak Utara Desa Peresak, Kecamatan Narmada, Lombok Barat (Lobar) Selasa (3/8/2026), kini kondisi empat Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 21 jiwa memperihatinkan. Mereka terpaksa tinggal di tenda darurat karena rumahnya tidak bisa ditempati.
Mekipun kodisi tak layak, tetapi mereka tak punya pilihan lain untuk tempat tinggal sementara. Para korban terdampak butuh penanganan dari pemerintah, baik untuk kebutuhan dasar, pelayanan kesehatan, dan perbaikan rumahnya. Pada Rabu (5/8/2026), para korban terdampak dikunjungi oleh anggota DPRD Lobar daerah pemilihan Narmada-Lingsar, H. Kamarudin.
Tampak sisa perabotan yang berhasil diselamatkan akibat kebakaran itu, masih berserakan di halaman rumah. Tenda darurat dari terpal bantuan Dinsos dipasang di halaman rumah tersebut. Ada juga dipasang empat tenda yang dibantu oleh warga setempat untuk tempat tinggal sementara. Suasana di dalam tenda itu panas membuat gerah, sehingga warga memilih duduk di luar halaman rumah.
Korban kebakaran, Fauzan Muali mengaku rumahnya tidak bisa ditempati akibat kebakaran Selasa (4/8/2026) pukul 11.00. “Akhirnya kami sekeluarga ada 4 KK 21 jiwa tinggal sementara di tenda,” kata dia.
Sebanyak 21 jiwa yang tinggal di tenda darurat, sebagian besar di antaranya anak-anak. Meski suasana tak layak, tapi ia tak ada tempat tinggal lainnya.
Akibat kebakaran itu, hampir semua pakaian dan perabotan rumahnya ludes terbakar. Bahkan, semua seragam dan kelengkapan belajar anak-anak yang masih SD dan SMK ikut terbakar.
Mereka pun terpaksa sekolah dengan pakaian bebas. Untuk itu, pihaknya pun berharap pemerintah membantu kebutuhan dasar dan perbaikan rumahnya, sebab ia dari kalangan kurang mampu.
Ia bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak tetap, sehingga jangankan untuk perbaiki rumah, untuk makan sehari-hari untuk 21 anggota keluarga saja susah. Untungnya, anggota DPRD dapil setempat H. Kamarudin turun membantu semenjak kejadian kebakaran lalu.
Sedangkan bantuan dari Pemkab sebatas terpal, tikar, selimut, dan sembako. “Kami harapkan bisa dibantu perbaikan rumah,” harapnya.
Korban lainnya, Arya Suhendra juga mengaku ia dan anggota keluarganya sementara ini tinggal di tenda, karena rumahnya ikut terbakar. “Saya berenam orang, tinggal di tenda,” akunya.
Ia juga berharap agar pemerintah membantu perbaikan rumahnya, sebab sama seperti Fauzan ia tidak mampu memperbaiki sendiri rumahnya. Ia sendiri tidak memiliki pekerjaan tetap.
Di tempat yang sama, Anggota DPRD Lobar Dapil Narmada-Lingsar H. Kamarudin menegaskan sejauh ini, dari hasil koordinasi pihaknya bersama Kades, Kapolsek, Babinsa dan warga dengan OPD terkait untuk penanganan 21 jiwa korban terdampak kebakaran. OPD terkait pun telah turun ke lokasi membantu para korban. Bantuan yang diberikan berupa tenda, sembako dan
.
Pihaknya juga berharap kepada OPD terkait seperti BPBD, Dinas PUPRPKP untuk penanganan rumah warga. “OPD kami harapkan segera turun menangani rumah warga ini,” harapnya.
Selain itu, Dinas Kesehatan perlu turun kaitan dengan pelayanan kesehatan bagi 21 jiwa yang tinggal di tenda tak menutup kemungkinan diserang penyakit. Karena mereka tinggal di tenda tak layak. “Perlu warga dicek kesehatannya,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Desa Peresak, Bahri mengatakan pihaknya sudah bersurat ke OPD-OPD terkait hal untuk meminta bantuan penanganan rumah warganya yang terbakar. Namun dari beberapa OPD itu baru Dinsos yang turun sedangan OPD lain seperti BPBD, Dinas PUPRPKP Lobar belum turun. “Kami berharap pihak terkait respons cepat, karena ini menyangkut penanganan warga kami yang kena musibah,” imbuhnya. (her)

