PEMERINTAH Kecamatan Sekarbela bersama Tim Penggerak PKK menggandeng berbagai elemen lintas agama untuk menyosialisasikan Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran keluarga dan lingkungan dalam melindungi anak dari dampak negatif perkembangan teknologi.
Upaya ini dilakukan mengingat derasnya arus informasi di era digital dinilai semakin memengaruhi tumbuh kembang anak dan remaja. Tanpa pola asuh yang tepat, generasi muda rentan terpapar berbagai pengaruh negatif dari dunia maya.
Camat Sekarbela, Arief Satriawan, mengatakan benteng pertahanan utama untuk menjaga anak dari pengaruh negatif dunia digital berawal dari keluarga dan lingkungan sekitar.
“Kami ingin mengingatkan kembali betapa krusialnya peran keluarga, sekolah, maupun lingkungan,” ujarnya, Minggu (9/8).
Menurut Arief, pola asuh yang diterapkan orang tua harus mengedepankan pendekatan positif dan komunikasi yang terbuka. Orang tua tidak seharusnya menerapkan pola asuh yang terlalu otoriter, tetapi tetap memberikan batasan dan pendampingan kepada anak.
“Orang tua harus membangun komunikasi yang hidup, tidak otoriter. Yang tak kalah penting juga menanamkan nilai moral serta toleransi sejak dini,” tegasnya.
Sosialisasi tersebut dilaksanakan secara inklusif dengan melibatkan berbagai unsur lintas agama. Keterlibatan tersebut dimaksudkan agar pesan edukasi mengenai pola asuh anak dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Kecamatan Sekarbela yang memiliki keberagaman latar belakang.
Menurutnya, memang mayoritas penduduk Sekarbela beragama Islam, tetapi kami ingin ruang tumbuh kembang anak di Sekarbela berjalan aman sekaligus harmonis.
“Anak-anak harus siap menghadapi zaman tanpa kehilangan karakter dan etika,” katanya.
Kegiatan tersebut turut melibatkan TP PKK Kota Mataram, kader PKK, tokoh agama, serta masyarakat umum. Kolaborasi berbagai unsur tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran bersama bahwa pengasuhan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab keluarga, tetapi juga membutuhkan dukungan lingkungan sosial.
Arief berharap kegiatan tersebut menjadi ruang kolektif untuk membangun generasi penerus bangsa, khususnya di Kecamatan Sekarbela, agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter, serta bijak dalam memanfaatkan teknologi.
“Harapannya, anak-anak kita mampu mengikuti perkembangan zaman dan memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif tanpa meninggalkan nilai moral dan etika,” pungkasnya. (pan)

