Praya (Suara NTB) – Pembalap asal NTB Arai Agaska untuk pertama kalinya tampil di ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) Mandalika 2026 seri keempat yang berlangsung di Sirkuit Internasioal Mandalika pada 7-9 Agustus 2026. Tampil dengan mengantongi wild card, pembalap Yamaha Racing Indonesia ini gagal tampil impresif.
Dalam dua kali sesi balapan, Arai yang turun di kelas elit Super Sport 600cc (SS600) hanya mampu finis di posisi sembilan dan delapan dari 14 pembalap yang turun.
Menurut Race Director FIM ARRC 2026 Eddy Saputra, saat dimintai pendapatnya terkait penampilan Arai di ajang ARRC Mandalika seri keempat 2026, akhir pekan kemarin, secara teknik membalap Arai sudah bagus. Tinggal butuh penguatan dari sisi fisik.
Mengingat motor 600cc yang digunakan bobotnya lebih berat serta punya kecepatan tinggi. Sehingga untuk mengendarainya secara optimal memang butuh kesiapan dan kondisi fisik yang bagus. “Fisik perlu diperkuat dengan perbanyak fitness. Karena motor 600cc berat dan speed-nya tinggi,” sebut Edy.
Tidak kalah penting juga soal jam terbang. Ke depan harus lebih diperbanyak dengan sering-sering mengikuti balapan. Terutama balapan di level Asia dan nasional, karena di situ tingkat persaingannya lebih kompetitif. Baik dari sisi spesifikasi motor maupun kualitas pembalapnya.
“Kalau hanya membalap di Eropa untuk saat ini bagi Arai kurang kompetitif. Karena spesifikasi motor yang digunakan masih belum bisa bersaing dengan motor Eropa. Jadi Arai masih akan kesulitan untuk bersaing dengan pembalap top level Eropa,” ujarnya.
Penting bagi Arai untuk memperbanyak ikut balapan di Asia atau nasional untuk mengasah kemampuan balap dan jam terbang di level balapan yang lebih kompetitif. “Kalau terlalu fokus balapan di Eropa, saya rasa akan buang waktu. Sebaiknya perbanyak ikut balapan di Asia dan nasional,” imbuh Edy.
Terpisah Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Wahyu Rusmayadi, mengatakan, turunnya Arai di ARRC Mandalika memang dimaksudkan untuk memberikan jam terbang lebih. Sekaligus mengasah mental membalap serta kemampuan adaptasi dengan motornya. Karena sesungguhnya Arai memang memiliki program yang berbeda dan lebih dipersiapkan untuk ikut balapan di World Sportbike (WSPB) di Eropa.
Hasil dari balapan di ARRC Mandalika tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi sekaligus improvement untuk persiapan Arai membalap di Eropa. “Balapan di Asia dan Eropa secara fundamental memang berbeda. Tapi dengan membalap ARRC, Arai bisa belajar untuk mengenal lebih jauh kondisi motor dengan level balapan yang kompetitif,” sebutnya. (kir)

