BerandaNTBLOMBOK TIMURBupati Lotim Ungkap Rencana Pengembangan Pusat Perbelanjaan

Bupati Lotim Ungkap Rencana Pengembangan Pusat Perbelanjaan

- Advertisement -

Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim) H. Haerul Warisin mengungkapkan adanya rencana pengembangan pusat perbelanjaan di Lotim. Rencana itu tengah dikomunikasikan dengan pemilik lahan dan sejumlah pihak yang berpotensi terlibat dalam pembangunan.

Saat ditemui awak media di gedung DPRD Lotim, Senin (10/8/2006) H. Iron, sapaan akrab Bupati Lotim ini mengatakan, pemilik lahan merupakan pengusaha asal Makassar yang memiliki rencana pengembangan usaha lainnya di kawasan Labuhan Lombok. Dalam pengembangan tersebut, terdapat pula rencana keterlibatan pihak kementerian di Jakarta.

Menurutnya, pemilik lahan kemudian mulai menjajaki kemungkinan mengajak mitra untuk bersama-sama membangun pusat perbelanjaan di Lotim. Salah satu pertimbangan utama investor adalah memastikan proyek tersebut memiliki prospek ekonomi dan dapat mengembalikan modal yang ditanamkan.

“Dia tanya kepada kepala daerah, bagaimana kalau kami bangun, bisa kembali modal tidak? Saya bilang, kita punya satu setengah juta (penduduk), sekitar 30 persen itu setiap hari datang ke mal atau pusat perbelanjaan, di Mataram,” kata H. Iron

Ia menilai potensi pasar di Lombok Timur cukup besar. Karena itu, pembangunan pusat perbelanjaan dinilai memiliki peluang untuk berkembang apabila konsep yang ditawarkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Namun, Bupati  menekankan pusat perbelanjaan yang akan dibangun tidak cukup hanya berupa area pertokoan. Menurutnya, fasilitas pendukung harus disiapkan secara lengkap agar mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi dan hiburan masyarakat.

“Dengan catatan harus ada hotelnya, harus ada premium-nya, punya bioskop, segala macam, harus ada ruang pertemuan dan sebagainya,” ujarnya.

Selain fasilitas tersebut, ia juga berharap pusat perbelanjaan nantinya mampu menjadi ruang tumbuh bagi pelaku usaha lokal. Keberadaan banyak gerai makanan dan usaha lainnya juga dinilai dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

Haerul mengatakan komunikasi antara pemerintah daerah dan calon investor masih terus dilakukan. Ia berharap rencana tersebut segera mendapatkan kejelasan dan masuk ke tahap pembangunan.

“Mudah-mudahan dia cepat. Dia akan melakukan komunikasi terus sekarang,” katanya.

Terkait lokasi, Haerul menjelaskan kawasan yang tengah dibicarakan tersebut bukan merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Lahan itu berada di kawasan sekitar PTC dan merupakan milik pihak swasta.

Dengan adanya rencana investasi tersebut, Pemkab Lotim membuka peluang pengembangan pusat-pusat ekonomi baru yang diharapkan dapat meningkatkan aktivitas perdagangan sekaligus memberikan efek berganda atau multiplier effect bagi perekonomian daerah. (rus)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO