Giri Menang (Suara NTB) – Nelayan di Lombok Barat (Lobar) diimbau untuk mengurus kode batang atau Barcode untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM). Pasalnya masih banyak nelaayn yang belum memiliki barcode. Padahal barcode ini memudahkan para nelayan mendapatkan bahan bakar sehingga tidak membeli BBM eceran yang harganya sedikit lebih mahal.
Dalam mengurus dan mendapatkan barcode BBM ini, para nelayan harus memenuhi beberapa persyaratan. Kepala Dinas DKP dan Ketapang Lobar, H. Afgan Kusuma Negara mengatakan pihaknya mempermudah nelayan dalam membeli BBM untuk keperluan melaut. “Kami berikan surat yang ada isi barcode di sana untuk pengisian BBM bagi para nelayan yang memiliki sampan dan mesin,” kata Afgan, Kamis (13/8).
Alokasi BBM yang bisa dibeli nelayan tergantung jenis mesin perahunya. Seperti mesin tempel bisa membeli BBM 30 liter per hari, sehingga dalam sebulan sekitar 900 liter BBM. Sedangkan untuk nelayan yang menggunakan mesin Ketinting dijatah 10 liter per harinya, sehingga dalam sebulan sekitar 300 liter BBM. Jumlah alokasi BBM ini ditentukan berdasarkan hasil dengar pendapatan pihaknya dengan para nelayan.
Para kelompok nelayan dikumpulkan membahas kebutuhan BBM rata-rata dalam sehari untuk melaut. Dari masukan-masukan nelayan, diperoleh angka (kebutuhan) 30 liter per hari untuk mesin tempel dan 10 liter per hari untuk mesin Ketinting. Para nelayan, kata Afgan, bisa membeli BBM menggunakan surat rekomendasi dari DKP. Dan surat rekomendasi pembelian BBM dari DKP tersebut berlaku selama tiga bulan, selanjutnya bisa diperpanjang.
Dalam mengurus surat rekomendasi barcode ini, nelayan bisa datang ke kantor DKP dengan membawa beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi. Beberapa persyaratan tersebut, di antaranya KTP, surat rekomendasi dari desa yang menyatakan bahwa benar bersangkutan adalah nelayan, dan surat pernyataan dari desa yang membenarkan nelayan memiliki perahu dan mesin.
“Selanjutnya ada namanya kartu Kusuka, nanti kartu ini dibuatkan oleh penyuluh. Yang penting persyaratan lengkap, dibuatkan di sini. Insyaallah sehari jadi,” ujarnya.
Kartu Kusuka ini yang diunggah di sistem, setelah itu barulah keluar rekomendasi berisi barcode pembelian BBM tersebut. Untuk SPBU tempat pembelian BBM ini, nelayan bisa memilih sendiri sepanjang di wilayah Lobar.
“Biasanya mereka cari yang terdekat, kalau nelayan di Gerung di SPBU Gerung, Batulayar di sekitar Meninting atau mangsit dipilih (SPBU),” imbuhnya.
Dengan barcode ini, nelayan lebih mudah mendapatkan bahan bakar untuk melaut. Untuk itu pihaknya pun mengimbau semua nelayan terutama bagi yang memenuhi syarat untuk mengusulkan barcode ini. Karena masih banyak nelayan yang belum memiliki barcode. Sebab dari 5.000-an orang nelayan itu, terdapat 2.000 lebih nelayan memiliki perahu dan mesinnya. (her)


