BerandaNTBFinal Lomba Poster Ilmiah Nasional GEMA MEDIKA 2026 FK Unizar, Belasan Sekolah...

Final Lomba Poster Ilmiah Nasional GEMA MEDIKA 2026 FK Unizar, Belasan Sekolah Bersaing Menjadi Juara

- Advertisement -

Mataram (Suara NTB) – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar (FK Unizar) mendorong generasi muda untuk semakin memahami pentingnya kesehatan dalam aktivitas pariwisata melalui Lomba Poster Ilmiah Nasional GEMA MEDIKA 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Cerdas Berwisata: Liburan Sehat, Cegah Risiko” tersebut digelar di Gedung Teater Ahmad Firdaus Sukmono, Universitas Islam Al-Azhar, Mataram, Sabtu (15/8/2026), mulai pukul 08.00 Wita hingga selesai.

Lomba Poster Ilmiah Nasional merupakan salah satu rangkaian kegiatan GEMA MEDIKA 2026 dalam rangka memperingati Milad ke-22 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar. Kompetisi ini diikuti siswa-siswi SMA atau sederajat dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Panitia GEMA MEDIKA 2026, I Gede Angga Adnyana, SST., M.Imun., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang tidak sekadar sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai media edukasi untuk memperkenalkan konsep kesehatan pariwisata kepada generasi muda.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap konsep kesehatan pariwisata dapat semakin dikenal oleh generasi muda. Para peserta juga diharapkan mampu menghasilkan gagasan ilmiah dan kreatif mengenai kegiatan wisata yang sehat, aman, bertanggung jawab, serta peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.

Angkat Isu Kesehatan dalam Pariwisata

Menurut Angga, pemilihan tema “Cerdas Berwisata: Liburan Sehat, Cegah Risiko” memiliki keterkaitan erat dengan visi FK Unizar, yakni menjadi fakultas kedokteran terkemuka dalam pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi di kawasan Indonesia Timur dengan keunggulan di bidang kesehatan pariwisata berlandaskan nilai-nilai Rahmatan Lil ‘Alamin.

Para peserta diberikan sejumlah pilihan subtema yang berkaitan langsung dengan persoalan kesehatan dalam aktivitas wisata. Di antaranya food safety saat berwisata, pencegahan penyakit, kesehatan mental, kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat, vaksinasi, serta kesehatan lingkungan destinasi wisata.

“Tema tersebut dipilih karena selaras dengan visi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar,” kata Angga.

Salah satu tim peserta mempresentasikan poster di depan dewan juri pada acara Lomba Poster Ilmiah Nasional, di Gedung Teater Ahmad Firdaus Sukmono UNIZAR, pada Sabtu (15/8/2026. (Suara NTB/ist)

Rangkaian kompetisi telah dimulai sejak 13 Juni 2026 melalui tahap pendaftaran dan pengumpulan karya. Selanjutnya, proses penilaian dan seleksi dilakukan pada 6–9 Agustus 2026, kemudian pengumuman finalis pada 9 Agustus 2026.

Dari seluruh peserta yang mengikuti kompetisi, sebanyak 15 finalis terpilih untuk mengikuti tahap akhir berupa presentasi oral dan penilaian langsung oleh dewan juri pada 15 Agustus 2026.

Secara keseluruhan, Lomba Poster Ilmiah Nasional tersebut diikuti 69 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Poster Jadi Jembatan antara Ilmu dan Masyarakat

Rektor Universitas Islam Al-Azhar, Dr. Ir. Muh. Ansyar, MP, yang sekaligus membuka kegiatan, menilai lomba poster ilmiah memiliki posisi strategis dalam menjembatani dunia akademik dengan masyarakat.

Menurutnya, hasil penelitian dan gagasan ilmiah yang selama ini banyak tersimpan dalam jurnal akademik perlu dikemas dengan bahasa yang lebih sederhana agar dapat dipahami masyarakat luas.

“Lomba poster ini sangat strategis karena menjadi jembatan antara dunia ilmiah, tulisan-tulisan ilmiah, dan masyarakat,” ujar Ansyar.

Ia menjelaskan, poster dapat menjadi salah satu media untuk menyederhanakan informasi ilmiah yang kompleks menjadi perpaduan gambar dan tulisan yang lebih mudah dipahami.

“Kalau hasil penelitian hanya berada di jurnal-jurnal ilmiah, belum tentu seluruh masyarakat dapat memperoleh dan memahami informasi tersebut,” katanya.

Foto bersama seusai pembukaan acara Lomba Poster Ilmiah Nasional, di Gedung Teater Ahmad Firdaus Sukmono UNIZAR, pada Sabtu (15/8/2026). (Suara NTB/ist)

Karena itu, menurut Ansyar, peserta ditantang untuk mampu mengubah gagasan ilmiah menjadi sebuah karya visual yang komunikatif.

“Kita menyederhanakan bahasa ilmiah menjadi gambar dan tulisan yang lebih mudah dipahami. Informasi yang tadinya terlihat berat ketika dibaca dalam jurnal dapat disampaikan dengan cara yang lebih sederhana dan menarik,” tuturnya.

Ia berharap para peserta tidak hanya mampu membuat poster yang menarik secara visual, tetapi juga mampu menyampaikan pesan ilmiah secara tepat.

“Tidak perlu mengerutkan kening untuk memahami jurnal-jurnal ilmiah. Hanya dengan melihat poster, kita juga bisa memahami pesan apa yang ingin disampaikan oleh para ilmuwan,” ujarnya.

FK Unizar Buka Peluang bagi Generasi Muda

Sementara itu, Kepala Bagian Kemahasiswaan FK Unizar, dr. Nurkomariah Zulhijjah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan guru pendamping yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Ia mengatakan, sebanyak 15 finalis mengikuti tahap akhir secara blended, baik secara langsung maupun daring melalui Zoom Meeting, dengan didampingi guru pembimbing masing-masing.

dr. Nurkomariah juga mengapresiasi tingginya minat sekolah dari berbagai daerah untuk mengikuti Lomba Poster Ilmiah Nasional GEMA MEDIKA 2026.

Menurutnya, antusiasme tersebut menunjukkan bahwa kegiatan yang diselenggarakan FK Unizar semakin dikenal di berbagai daerah.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memperkenalkan FK Unizar kepada para peserta yang memiliki cita-cita menjadi dokter.

“Semoga adik-adik yang hari ini ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini nantinya ada yang berjodoh dengan FK Unizar dan menjadi bagian dari keluarga besar kami,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa FK Unizar masih membuka Gelombang 3 penerimaan mahasiswa baru, sehingga peserta yang memiliki cita-cita menjadi dokter dapat mempertimbangkan FK UNIZAR sebagai pilihan pendidikan tinggi.

Dewan Juri Nilai Karya Finalis

Untuk memastikan proses penilaian berlangsung objektif dan kompetitif, panitia menghadirkan dewan juri dari berbagai latar belakang keilmuan dan profesional.

Dewan juri Lomba Poster Ilmiah Nasional GEMA MEDIKA 2026 terdiri atas Aena Mardiah, SKM., MPh, Kepala Departemen Kesehatan Masyarakat FK Unizar; drg. Sabrina Intan Zoraya, M.K.M, dosen internal dan ahli kesehatan pariwisata; I Putu Septian Adi Prayudha, S.Si., M.S.M, Kepala Biro Humas, Kerja Sama dan Alumni Unizar; serta Ahmad Junaidi, S.Pd., MA., Ph.D, Pembina Jage Kastare Foundation sekaligus Tenaga Ahli Gubernur NTB bidang Pendidikan.

Dewan juri Lomba Poster Ilmiah Nasional GEMA MEDIKA 2026 saat memberikan penilaian. (Suara NTB/ist)

Tahap final menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mempresentasikan karya masing-masing sekaligus mempertanggungjawabkan gagasan ilmiah yang dituangkan dalam poster.

Panitia berharap kompetisi tersebut mampu meningkatkan pengetahuan, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan komunikasi ilmiah para peserta.

Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pertemuan antara dunia pendidikan, ilmu pengetahuan, kesehatan, dan pariwisata. Melalui karya-karya peserta, isu kesehatan pariwisata dapat dikemas secara kreatif sekaligus lebih dekat dengan kehidupan generasi muda.

Dengan mengusung semangat Milad ke-22, GEMA MEDIKA 2026 tidak hanya menjadi momentum perayaan bagi FK Unizar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan konsep pariwisata sehat, aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan kepada generasi muda Indonesia.

Tiga Pemenang Utama Lomba Poster

Berdasarkan hasil akhir kompetisi, Juara 1 diraih oleh Luh Made Mastini Kirana dari SMAN 1 Kuta Selatan.

Posisi Juara 2 diraih oleh Ni Made Tania Vidia M. dari SMAN 1 Mataram, sementara Juara 3 diraih oleh Baiq Jihan Viona dari SMAN 1 Jonggat.

Ketiga pemenang tersebut dinilai berhasil menyajikan gagasan melalui media poster dengan pendekatan yang sesuai dengan tema kompetisi.

Angga mengatakan, kompetisi tersebut tidak hanya berorientasi pada perolehan juara, tetapi juga menjadi sarana bagi para siswa untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan menyampaikan gagasan ilmiah.

Menurutnya, poster merupakan salah satu media yang efektif untuk menyederhanakan informasi ilmiah sehingga dapat lebih mudah dipahami oleh masyarakat. (ron)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO