Sumbawa Besar (Suara NTB) – Sejumlah pejabat utama (Pama) di jajaran Polres Sumbawa dilakukan pergeseran sesuai dengan kebutuhan organisasi sekaligus sebagai penyegaran bagi personel yang sudah lama menjabat.
Pelaksanaan sertijab ini didasarkan pada Keputusan Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) Nomor: KEP/540/VII/2026 tertanggal 31 Juli 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polda NTB.
Adapun pejabat yang melaksanakan rotasi IPTU Zainal Arifin dari jabatan lama sebagai Kapolsek Moyohulu, diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasi Humas Polres Sumbawa. IPTU Tahir Lantu dari jabatan lama Kasat Samapta kini mengemban amanah baru sebagai Kapolsek Moyo Hulu.
AKP Awaluddin yang sebelumnya menjabat Kapolsek Utan kini dipercaya sebagai Kasat Samapta. IPTU Husni dari jabatan lama Kapolsek Moyo Hilir kini menduduki posisi baru sebagai Kapolsek Utan. IPTU Totok Ari Suwondo sebelumnya menjabat Kapolsek Buer kini diangkat sebagai PS. Kapolsek Moyo Hilir.
IPDA Romy Octovian Munir dari Kapolsek Rhee kini berpindah tugas sebagai Kapolsek Buer. IPDA Mulyawansyah yang sebelumnya menjabat Kasubsiluhkum Sikum kini dipercaya mengemban jabatan baru sebagai Kapolsek Rhee.
“Rotasi jabatan ini merupakan hal yang wajar dan merupakan bagian dari dinamika organisasi dinamis demi penyegaran, pengembangan karier. Termasuk penambahan wawasan, serta peningkatan kinerja demi mencapai tujuan organisasi,” Kapolres Sumbawa, AKBP Marieta Dwi Ardhini, Rabu (19/8).
Marieta turut menyampaikan terima kasih kepada pejabat yang lama dalam menjaga keamanan dan kondusifitas wilayah Sumbawa selama ini. Ia turut meminta kepada pejabat yang baru untuk bisa segera menyesuaikan diri dengan ritme kerja di Polres Sumbawa.
“Segera beradaptasi di bumi ‘Sabalong Samalewa’ tempat kita berpijak saat ini. Lakukan konsolidasi internal di satuan fungsi masing-masing, ciptakan inovasi-inovasi baru guna menjaga stabilitas Kamtibmas yang mantap,” ucapnya.
Pergeseran tersebut juga dilakukan untuk menghadapi tantangan tugas dan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap kinerja Polri. Karena pada prinsipnya, Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan harus tetap berada di masyarakat untuk menyikapi setiap persoalan.
“Tantangan kedepan semakin kompleks, sehingga kita berharap personel yang baru harus segera menyesuaikan diri dengan lingkungan,” tukasnya. (ils)


