Mataram (Suara NTB) – Komisi II DPRD Provinsi NTB yang membidangi urusan pariwisata menyampaikan rasa belasungkawa dan keprihatinan atas tragedi kebakaran Rumah Adat Sade di Rambitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah pada Sabtu malam (22/8) kemarin.
Ketua Komisi II DPRD NTB, Lalu Pelita Putra mengaku ikut prihatin dan turut merasakan duka yang dialami oleh warga desa Sade yang terdampak oleh musibah kebakaran tersebut.
“Kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah kebakaran yang menimpa saudara-saudara kita di Desa Adat Sade Desa Rembitan Kecamatan Pujut. Kami perihatin dan turut merasakan duka yang dialami oleh warga terutama pemilik rumah adat yang terdampak,” kata Pelita Putra yang dikonfirmasi Suara NTB pada Minggu (23/8).
Menurut anggota DPRD NTB dari Dapil VII Lombok Tengah bagian selatan itu bahwa rumah adat Sade bukan hanya sekadar tempat tinggal. Namun juga merupakan warisan budaya, sejarah dan identitas masyarakat Sasak yang telah lama menjadi salah satu destinasi wisata budaya andalan Lombok.
“Semoga Allah s.w.t memberikan ketabahan dan kesabaran. Desa Sade adalah jiwa masyarakat Sasak. Setiap tiang, setiap alang-alang adalah warisan leluhur. Musibah ini adalah ujian dari Sang Khalik,” ujar Pelita.
Oleh sebab itu Lalu Pelita mendorong pemerintah untuk melakukan langkah-langkah taktis untuk penanganan sementara pasca kebakaran terutama kepada warga yang terdampak. “Kita pikirkan dulu penangan sementara pasca kebakaran untuk saudara saudara kita yg terdampak,” katanya.
Selanjutnya baru kemudian semua pihak baik Pemkab, Pemprov dan pihak terkait lainnya untuk memikirkan langkah setrategisnya bagaimana bersama-sama secara bergotong-royong untuk membangun kembali rumah adat Sade.
“Setelah itu perlu dipikirkan bagaimana langkah-langkah selanjutnya untuk membangun kembali rumah Adat. Harus ada langkah-langkah untuk dilakukan revitalisasi. Semua pihak harus bekerja bergotong-royong sesuai kapasitas masing-masing baik itu Pemkab, Pemprov dan pihak terkait lainnya,” katanya.
Diketahui, kebakaran hebat melanda kawasan permukiman cagar budaya Desa Adat Sade di Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu (22/8/2026) malam. musibah kebakaran terjadi sekitar pukul 22.00 WITA.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Tengah bersama petugas terkait dan masyarakat terus melakukan penanganan di lokasi kejadian. Data mengenai jumlah pasti bangunan terimbas serta warga terdampak masih dalam proses pendataan mendalam.
Karakteristik bangunan rumah adat Suku Sasak di Desa Sade yang memanfaatkan atap jerami kering serta dinding dari anyaman bambu, membuat kobaran api lebih cepat merambat dan membesar dengan sangat cepat dari satu bangunan ke bangunan lainnya. (ndi)


