Praya (Suara NTB) – Musibah kebakaran melanda Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng), Sabtu (22/8) malam.
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Namun sekitar 320 jiwa penduduk harus kehilangan rumah serta sumber penghasilannya dalam kebakaran yang terjadi sekitar pukul 22.00 Wita

Pada Minggu (23/8) pagi, Pemkab Loteng langsung menggelar rapat darurat bersama Pemprov NTB melibatkan berbagai unsur terkait, termasuk TNI dan kepolisian. Upaya tanggap darurat juga langsung dilakukan Pemkab Loteng dengan fokus pada penanganan kesehatan serta pendidikan bagi anak-anak warga yang terdampak kebakaran.
Posko kesehatan dan dapur umum pun dibangun untuk melayani kebutuhan warga terdampak selama masa tanggap darurat diberlakukan hingga tiga hari ke depan. Pascakebakaran bantuan dari berbagai pihak juga mulai mengalir. Mulai bahan makanan, selimut hingga tempat tidur sementara.
“Fokus utama kita saat ini bagaimana memastikan kondisi kesehatan dan pendidikan bagi anak-anak warga terdampak tetap terjamin,” ujar Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri, S.I.P.,M.A.P., kepada awak media.
Ia mengungkapkan, data sementara menyebutkan ada sekitar 125 rumah bersama fasilitas pendukung lainnya yang ludes terbakar dan, nyaris tidak ada yang bisa diselamatkan. Mengingat, rumah dan fasilitas pendukung yang ada di Kampung Adat Sade terbuat dari kayu dengan atap alang-alang. Sehingga hanya dalam hitung kurang dari satu jam seluruh area kampung sudah habis terbakar.
Saat kejadian warga hanya fokus menyelamatkan nyawa dan nyaris tidak ada kesempatan untuk menyelamatkan harta benda yang tersimpan dalam rumah. “Hampir semua ikut terbakar,” ungkapnya.
Saat ini, lanjut Ketua DPD Partai Gerindra NTB ini, Pemkab Loteng bersama pihak terkait lainnya tengah berjibaku menangani warga yang terdampak. Sehingga terkait penanganan kebakaran serta rekonstruksi kampung adat tersebut belum diputuskan, karena nanti akan dibahas bersama secara terpisah.
“Soal rencana penataan, rekonstruksi dan lainnya nanti akan dibahas kemudian. Fokus kita sekarang menangani warga terdampak. Supaya apa yang dibutuhkan terpenuhi selama masa tanggap darurut,” imbuh Pathul.
Lebih lanjut Pathul menambahkan, warga yang terdampak kebakaran sendiri saat ini banyak yang tinggal sementara di rumah saudara maupun keluarganya. Karena warga Kampung Adat Sade rata-rata memiliki keluarga yang bertempat tinggal tidak jauh dari lokasi kebakaran. Mereka inilah yang nantinya akan mendapat penanganan.
“Untuk pastinya berapa jumlah warga yang terdampak sedang dilakukan pendataan,” imbuhnya seraya menyampaikan apresasi kepada semua pihak yang telah membantu dan peduli dengan musibah kebakaran yang melanda kampung adat Sade.
Disinggung nilai kerugian materil dari kebakaran tersebut, Pathul menegaskan juga belum bisa dipastikan. Yang jelas besar. Dan, bukan hanya kerugian materil saja. Tetapi juga kerugian non material.
Mengingat, kampung Sade merupakan salah satu kampung adat ikonik milik Loteng dan selama ini menjdi salah satu destinasi wisata budaya unggulan di daerah ini. Karena memiliki nilai histori dan sejarah yang tinggi yang mungkin tidak bisa diukur dengan materi.
Sementara itu Kapolresta Loteng Kombes Pol. Hariyanto, yang dikonfirmasi terkait penyebab kebakaran menegaskan hingga saat ini belum bisa dipastikan. Tim penyidik kepolisian masih melakukan olah TKP guna mengetahui dugaan awal penyebab kebakaran hebat tersebut.
Pihaknya memang mendapat informasi kalau kebakaran diduga disebabkan arus pendek listrik di salah satu rumah warga. Namun Kapolresta Loteng menegaskan dugaan tersebut belum bisa dipastikan sebelum ada hasil penyelidikan oleh tim.
“Olah TKP masih berlangsung oleh tim dari Polda NTB bersama Polres Loteng. Nantinya rencananya juga akan di-back up Labfor Polda Bali,” sebutnya.
Selain melakukan penyelidikan penyebab kebakaran, pihaknya juga menurunkan personel pengamanan. Di mana total ada sekitar 300 personel gabungan yang diturunkan untuk mengamankan sekaligus membantu penanganan dampak kebakaran. “Untuk pengerahan personel pengamanan ini akan terus disiagakan selama dibutuhkan,” tandas mantan Wadansat Brimob Polda NTB ini. (kir)


