BerandaNTBLOMBOK TENGAHDapur Umum Disediakan untuk Korban

Dapur Umum Disediakan untuk Korban

- Advertisement -

Praya (Suara NTB) – Perum Bulog Kantor Wilayah NTB bersinergi dengan TNI dan pemerintah daerah untuk menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak musibah kebakaran di Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah. Kolaborasi lintas sektor ini difokuskan pada penyediaan bahan pangan untuk kebutuhan operasional dapur umum di lokasi penampungan warga.


Dalam penanganan darurat ini, Bulog berkoordinasi langsung dengan Korem, Kodim, serta jajaran pemerintah daerah guna memetakan kebutuhan pokok pengungsi. Bantuan beras disalurkan sebagai pasokan utama untuk memastikan ketersediaan makanan siap saji bagi warga selama masa tanggap darurat.


Selain pasokan beras, Perum Bulog NTB juga menyalurkan bantuan nonpangan berupa 100 lembar selimut dan 50 lembar sarung. Bantuan ini disiapkan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan mendasar warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat si jago merah.


Pimpinan Wilayah Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, Senin (24/8) mengatakan, bahwa sinergi ini merupakan bentuk kepedulian bersama dalam menghadapi situasi krisis.


“Sinergi antara Bulog, TNI, dan pemerintah menjadi bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan kebutuhan pangan yang memadai,” tegas Mara Kamin Siregar.


Bulog memastikan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan siap menjaga ketahanan serta ketersediaan pasokan pangan di kawasan terdampak bencana.


Bantuan awal yang didistribusikan Bulog NTB terdiri atas 1.000 kilogram beras, 300 liter minyak goreng, 25 kilogram gula, serta 20 dus mi instan.Tidak hanya kebutuhan pangan, Bulog juga menyiapkan 100 lembar selimut dan 50 lembar sarung untuk membantu memenuhi kebutuhan warga, terutama mereka yang kehilangan tempat tinggal dan harus bertahan dalam kondisi darurat.

Kodim Loteng Operasikan Dapur Umum
Satu dapur umum mulai dioperasikan Kodim 1620/Lombok Tengah (Loteng) guna membantu pemenuhan kebutuhan makanan bagi warga terdampak kebakaran kampung adat Sade Desa Rembitan Kecamatan Pujut. Dapur dengan kapasitas produksi hingga 1.000 porsi makanan tersebut direncanakan akan dibuka selama masa tanggap darurat berlangsung. Untuk mendukung operasional dapur umum tersebut, Kodim Loteng juga mengandeng BPBD dan Dinas Sosial Loteng serta Poltekpar Lombok.


“Untuk operasional dapur umum ini, selain dari TNI turut terlibat juga personel BPBD dan Dinsos serta dari Poltekpar Lombok untuk kokinya,” ungkap Dandim Loteng Letkol Arh Mohamad Arifin, saat ditemuai Suara NTB di posko terpadu penanganan kebakaran kampung adat Sade Desa Rembitan, Selasa (25/8).


Ia menjelaskan, meski bisa berproduksi hingga 1.000 porsi, produksi dapur sengaja dibatasi diangka 600 porsi sekali masak. Karena harus disesuaikan dengan jumlah warga terdampak. Dengan tiga kali masak setiap hari. Jadi dalam sehari produksi dapur umum hamper 2.000 porsi.


Mengingat, sasaran utama dapur ialah warga terdampak. Ditambah petugas yang membantu penanganan warga terdampak di lapangan.


Di tempat yang sama Kepala Pelaksanaan BPBD Loteng H. Ridwan Ma’ruf menambahkan, untuk bahan baku makanan yang disiapkan bagi warga terdampak sebagian besar diambilkan dari sumbangan yang masuk dari berbagai pihak. Jadi selain ada yang disalurkan langsung ke warga terdampak, sumbangan yang masuk terutama yang berupa kebutuhan pokok sebagianya juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dapur umum yang ada. (bul/kir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO