BerandaHEADLINELakukan Desain Ulang

Lakukan Desain Ulang

- Advertisement -


PEMERINTAH Provinsi NTB mendesain ulang Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) pasca-kebakaran yang melalap habis kompleks desa adat yang terjadi pada Sabtu (22/8) malam sekitar pukul 22.00 Wita tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTB, Ahmad Nur Aulia, menegaskan desain ulang tersebut harus tetap memperhatikan kondisi lingkungan. Serta dipastikan akan ada mitigasi kebakaran guna mengurangi risiko terjadinya kembali kebakaran.


“Ya tentunya tadi seperti yang tadi disampaikan, bahwa ini juga harus benar-benar ramah daripada lingkungan. Dan mitigasi kebocoran juga masuk juga,” ujarnya.


Dalam upaya mengantisipasi risiko kebakaran, Aulia menilai penanganan tidak cukup hanya dengan menyediakan sarana dan alat pemadam kebakaran. Edukasi serta aturan bagi masyarakat dan wisatawan yang berada di kawasan desa juga dinilai penting.


“Selain daripada sarana perasana, tapi Treatment-nya juga. Treatment-nya itu bagaimana orang yang tinggal di sana, bagaimana orang yang berkumpul di sana juga tentunya harus menjaga. Membuat awig-awig atau aturan-aturan untuk tidak sembarangan bisa mengelola sumber-sumber api,” sambungnya.


Ia juga menyebut, kebakaran yang menimpa desa adat yang telah berusia ratusan tahun tersebut menjadi momentum untuk memperbaiki pengelolaan desa-desa wisata lainnya. Desa Sade nantinya diharapkan dapat menjadi contoh atau role model dalam pembangunan kembali kawasan wisata yang lebih aman dan ramah lingkungan.


“Ya tentunya, ini sekarang kan kita akan lebih banyak fokus kepada rekonstruksi. Dan ini akan menjadi role model yang akan kita terapkan juga di semua desa-desa,” ungkapnya.


Untuk proses rekonstruksi, pemerintah provinsi kini telah menyiapkan berbagai tahapan, salah satunya membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang diketuai oleh Asisten II Setda NTB, Lalu Mohamad Faozal untuk mengawal pelaksanaan pembangunan kembali Desa Sade.


Dari sisi pendanaan, Mantan Kepala DPMPD Dukcapil itu menyatakan proses rekonstruksi dapat menggunakan berbagai sumber anggaran, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pemerintah desa. Dukungan dari lembaga nonpemerintah maupun pihak perseorangan juga terbuka untuk turut membantu proses pemulihan.


Pada proses desain kembali desa adat yang berlokasi di Kecamatan Pujut tersebut, Aulia memastikan karakteristik dan identitas Desa Sade tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan kembali. Rekonstruksi akan dilakukan dengan melibatkan masyarakat lokal, sehingga bentuk dan konsep kawasan tetap mencerminkan kekhasan Sade.

“Untuk melakukan rekonstruksi perlu juga ada kita diskusi dan semacam komitmen dengan masyarakat lokal. Ya tentunya sade kan terkenal dengan sebelum kebakaran Ya tentunya itu harus kita hadirkan kembali untuk pemulihan daripada Sade itu sendiri,” jelasnya.

75 Rumah Adat Desa Sade Ludes Terbakar



Kebakaran yang terjadi di Desa Adat Sade, menghanguskan kawasan tersebut. Sedikitnya, ada 75 desa adat yang rusak dan 120 Kepala Keluarga (KK) terdampak.


Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Sadimin, mengungkapkan total bangunan yang terbakar di Desa Adat Sade pada minggu lalu sekitar 167 bangunan. Di antaranya, 75 rumah adat, satu masjid, empat berugak sekenam besar, enam unit berugak sekepat, delapan unit lumbung alang, 69 artshop, satu unit bale beleq, satu unit toilet umum untuk wisatawan, satu unit gerbang Desa Adat Sade, dan satu unit Pelonggo. (era)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO