BerandaEKONOMIStok Daging Sapi Tersedia untuk Maulid Nabi

Stok Daging Sapi Tersedia untuk Maulid Nabi

- Advertisement -

Mataram (Suara NTB) – Ketersediaan daging sapi di NTB dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026. Pemerintah daerah memastikan stok ternak siap dipotong mencukupi, meski permintaan diperkirakan meningkat pada momentum Maulid Nabi.


Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB, Muhammad Riadi, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan daging. Pasokan ternak untuk kebutuhan konsumsi dalam daerah telah diperhitungkan melalui pengaturan kuota pengeluaran sapi.
“Kalau daging, butuh berapa, tinggal kita potong dan kita kasih. Jadi untuk ketersediaan daging tidak perlu khawatir,” kata Riadi.


Menurutnya, peningkatan permintaan daging menjelang Maulid merupakan fenomena yang terjadi hampir setiap tahun. Kondisi tersebut secara otomatis dapat mendorong kenaikan harga, namun sejauh ini kenaikannya masih dalam batas normal.


“Kalau harga, namanya permintaan naik, pasti naik. Tetapi kenaikannya masih dalam batas normal,” ujarnya.


Riadi menjelaskan, kebutuhan daging masyarakat NTB sebagian besar dipenuhi dari daging lokal. Selain itu, terdapat pula pasokan daging beku yang umumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sektor hotel, restoran, dan usaha jasa boga.


Ia menegaskan, pemerintah telah memperhitungkan kebutuhan konsumsi daging di dalam daerah ketika menetapkan kuota pengeluaran sapi dari NTB. Dengan demikian, pengeluaran ternak tidak dilakukan tanpa mempertimbangkan kebutuhan masyarakat lokal.


“Pada saat penetapan kuota sapi keluar, kebutuhan untuk konsumsi dalam daerah itu sudah kita alokasikan. Jadi kita sudah menghitung kebutuhan tersebut,” jelasnya.


Terkait perkembangan harga, Riadi menyebut harga daging sapi di sejumlah daerah masih berada pada level yang dianggap wajar. Di Sumbawa, misalnya, harga daging yang dipantau pemerintah berada di kisaran Rp144 ribu per kilogram.


Menurutnya, kenaikan harga menjelang Maulid lebih banyak dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat. Momentum Maulid di NTB memang identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dalam menyiapkan hidangan untuk keluarga maupun kegiatan keagamaan.


Riadi menilai kenaikan harga tersebut tidak semata-mata disebabkan persoalan pasokan. Faktor psikologis dan pola konsumsi masyarakat saat Maulid turut berpengaruh terhadap peningkatan permintaan.


“Bagaimana pun kita suplai sebanyak apa pun, ketika Maulid, permintaan daging pasti naik. Itu juga faktor psikologis dan kebiasaan masyarakat,” ujarnya.
Karena itu, Disnakeswan NTB memastikan pemantauan terhadap ketersediaan dan harga daging tetap dilakukan untuk menjaga agar kebutuhan masyarakat selama momentum Maulid dapat terpenuhi.


Pemerintah juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena stok daging dan ternak untuk kebutuhan konsumsi NTB masih tersedia. (bul)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO