BerandaNTBResmi Dibuka, Jambore Jurnalistik Pelajar Se-NTB Wilayah 1 Tahun 2026 Dorong Lahirnya...

Resmi Dibuka, Jambore Jurnalistik Pelajar Se-NTB Wilayah 1 Tahun 2026 Dorong Lahirnya Jurnalis Muda yang Kritis, Literat Digital, dan Finansial

- Advertisement -

Giri Menang (Suara NTB) — Jambore Jurnalistik Pelajar SMA/SMK/MA Se-NTB Wilayah 1 Tahun 2026 resmi dibuka, Jumat (28/8/2026). Berlangsung di kawasan Wisata Alam Goa Lawah, Desa Lebah Sempage, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan jurnalistik sekaligus memperkuat literasi digital dan finansial.

Pembukaan Jambore Jurnalistik 2026 yang dimulai pukul 15.00 Wita tersebut dihadiri sejumlah unsur pemerintah dan lembaga mitra. Hadir Ibunda Gubernur NTB sekaligus Bunda Literasi Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, Kepala Cabang Dinas Dikpora Provinsi NTB Wilayah 1 beserta jajaran, serta Tim Edukasi dan Sumber Daya Bank Indonesia Perwakilan NTB.

Kehadiran Bank Indonesia Perwakilan NTB memberikan warna penting dalam pelaksanaan Jambore Jurnalistik tahun ini. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas pelajar agar tidak hanya mampu memproduksi informasi, tetapi juga memiliki kecakapan dalam memahami, memilah, memverifikasi, dan menyampaikan informasi di ruang digital secara bertanggung jawab, sekaligus memiliki pemahaman yang baik mengenai literasi finansial.

Melalui kegiatan yang dikemas dengan konsep perkemahan jambore ini, jurnalis pelajar tidak hanya dituntut melek teknologi, tetapi juga mampu memahami konsekuensi ekonomi dan finansial dari informasi yang mereka konsumsi maupun produksi di tengah ekosistem digital yang semakin kompleks.

Rangkaian pembukaan diawali dengan laporan Ketua Panitia, Habiburrahman, S.Pd., M.Pd., dan sambutan Kepala SMAN 1 Narmada, Hulwani, S.Pd., MM., serta Kepala Cabang Dinas Prov. NTB Wil 1, Purni Susanto, S.Pd., M.Pd., M.Hum. Dalam sambutannya, Ketua panitia yang akrab disapa Pak Abi ini menegaskan bahwa Jambore Jurnalistik jangan dilihat sebagai sekadar kompetisi, melainkan lebih jauh dari itu, yakni sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan talenta pelajar dalam bidang jurnalistik dan mempertahankan prinsip Jurnalis yang berintegritas.

Para peserta didorong untuk menjadi generasi muda yang berani berpikir kritis, mampu membaca realitas secara objektif, melakukan verifikasi terhadap informasi, serta menyampaikan fakta dengan etika dan tanggung jawab.

Pesan tersebut semakin menguat melalui sambutan sekaligus peresmian kegiatan oleh Bunda Literasi Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal. Di hadapan para peserta, ia menekankan bahwa kemampuan jurnalistik harus dibangun dari budaya membaca.

“Bunda titip harapan dan pesan kepada kalian, jadilah generasi yang gemar membaca. Rajin-rajin membaca, dimulai dari baca buku yang kalian suka, nanti lama kelamaan kalian akan mencintai semua bacaan,” pesan Sinta kepada para peserta.

Pesan tersebut menjadi fondasi penting bagi seorang jurnalis. Sebab, di tengah ledakan informasi dan cepatnya arus berita di media digital, kemampuan membaca secara mendalam menjadi modal untuk membedakan fakta, opini, informasi yang terverifikasi, hingga informasi yang menyesatkan.

Setelah prosesi pembukaan, seluruh peserta dan tamu undangan mengikuti sesi foto bersama. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata serta sesi edukasi dan sosialisasi oleh Bank Indonesia Perwakilan NTB.

Melalui sesi tersebut, peserta mendapatkan penguatan mengenai pentingnya literasi digital dan finansial sebagai bagian dari kompetensi jurnalis muda di era transformasi digital. Seorang jurnalis pelajar dituntut tidak hanya terampil menulis dan membuat konten, tetapi juga mampu memahami konteks informasi yang berkaitan dengan kehidupan ekonomi masyarakat serta menyampaikannya secara akurat dan bertanggung jawab.

Kolaborasi antara dunia pendidikan, komunitas jurnalistik pelajar, pemerintah, dan Bank Indonesia tersebut diharapkan menjadi ekosistem pembelajaran yang mampu melahirkan generasi jurnalis muda NTB yang kritis dalam berpikir, cerdas dalam mengolah informasi, bijak dalam bermedia digital, dan cakap dalam memahami persoalan finansial.

Hari pertama Jambore Jurnalistik Pelajar Se-NTB Wilayah 1 Tahun 2026 pun menjadi titik awal perjalanan para peserta untuk mengembangkan kompetensi sekaligus karakter jurnalistik.

Dari Goa Lawah, mereka belajar membaca realitas. Dari jurnalistik, mereka belajar mencari kebenaran. Dari literasi digital dan finansial, mereka dipersiapkan untuk menjadi generasi yang tidak hanya mampu menyampaikan informasi, tetapi juga mampu memahami dunia yang sedang mereka ceritakan. (r)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO