BerandaNTBLOMBOK TIMURTiga Investor Berminat Kelola 25 Hektare Kawasan Wisata Joben

Tiga Investor Berminat Kelola 25 Hektare Kawasan Wisata Joben

- Advertisement -

Selong (Suara NTB) – Rencana pengembangan kawasan wisata Otak Kokok Joben di Kabupaten Lombok Timur mulai mendapat respons positif dari kalangan investor. Sedikitnya tiga investor, baik lokal maupun berskala nasional, telah menyampaikan minat untuk ikut mengelola kawasan wisata seluas 25 hektare tersebut.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memastikan pengembangan kawasan wisata Joben tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Lahan seluas 25 hektare yang diperoleh dari pemerintah pusat tersebut akan dikembangkan melalui skema kerja sama dengan pihak ketiga.

Staf Khusus Bupati Lombok Timur bidang Pariwisata, Ahmad Rozi, mengatakan sejumlah konsep pengembangan telah disiapkan pemerintah untuk ditawarkan kepada calon investor.

Konsep tersebut antara lain pembangunan glamping atau glamour camping, camping ground, area outbound, hingga bungalow dengan konsep ramah lingkungan. Pengembangan juga diarahkan pada konsep ekowisata yang memadukan kawasan alam dengan fasilitas wisata dan resor.

“Konsepnya pemerintah yang desain, kemudian konsep itu ditawarkan kepada investor. Kita terbuka bagi semua pihak yang memiliki keseriusan untuk mengelola objek wisata ini,” ujar Ahmad Rozi, menjawab Suara NTB di kantor Bupati Lotim, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, pemerintah tidak sekadar mencari investor untuk membangun fasilitas wisata, tetapi menginginkan mitra yang memiliki pengalaman dan kemampuan dalam mengelola kawasan wisata. Konsep pengembangan tersebut selanjutnya akan disempurnakan oleh PT Energi Selaparang.

Pemerintah daerah melalui perusahaan daerah itu akan mematangkan desain dan model pengelolaan sebelum mengundang calon investor untuk melakukan eksplorasi lebih lanjut.

Ahmad Rozi menyebutkan, investor yang menunjukkan ketertarikan berasal dari kalangan pengusaha papan atas di NTB hingga investor dari luar daerah. Bahkan, terdapat calon pengelola yang memiliki pengalaman mengembangkan kawasan wisata di luar NTB, termasuk kawasan wisata di Batu, Malang.

“Investor lokal ada, investor skala nasional juga ada. Yang kita cari adalah investor yang benar-benar serius dan memiliki keahlian dalam mengelola kawasan wisata,” katanya.

Ia menegaskan, ketiga investor tersebut bukan sekadar calon yang muncul tanpa proses penjaringan. Minat itu diperoleh melalui forum bisnis yang sebelumnya disiapkan pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya menarik investasi ke Lombok Timur.

“Bukan sekadar menghadirkan investor, tetapi investor yang serius. Ada tiga investor yang sudah memberikan respons positif dan menyampaikan minat untuk ekspansi ke sini,” ujarnya.

Dengan penguasaan lahan seluas 25 hektare, pemerintah optimistis kawasan Joben dapat dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Lombok Timur. Kehadiran investor nantinya juga diharapkan memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah melalui skema kerja sama pengelolaan.

Sebelumnya, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menegaskan pembangunan kawasan wisata Joben akan dilakukan tanpa membebani APBD. Pemerintah daerah memilih mendorong kolaborasi dengan pihak ketiga agar pembangunan destinasi tersebut tetap berjalan tanpa mengurangi anggaran untuk pelayanan publik.

Selain kawasan wisata, akses menuju Joben juga menjadi perhatian pemerintah. Jalan dari pertigaan Praubanyar menuju kawasan Joben direncanakan untuk diperbaiki.

Perbaikan akses tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan destinasi wisata. Dengan infrastruktur jalan yang lebih baik dan masuknya investor, kawasan Joben diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. (rus)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO