BerandaNTBSUMBAWAIntervensi Kemiskinan Ekstrem, Pemkab Sumbawa Mulai Distribusikan Bibit

Intervensi Kemiskinan Ekstrem, Pemkab Sumbawa Mulai Distribusikan Bibit

- Advertisement -

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa mulai mendistribusikan bibit untuk mengintervensi masyarakat yang berada di desil 1 dan 2 kemiskinan ekstrem. Bibit berupa sayur yang bernilai ekonomis itu diharapkan bisa menjadi pelecut ketangguhan ekonomi keluarga.

“Bibitnya sudah mulai kita distribusikan ke sasaran utama sebanyak 1.000 kepala keluarga (KK) khususnya kepada perempuan sebagai bentuk program pemberdayaan,” kata Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Dwi Rahayu Ratih Wulandari pekan kemarin.

Ia melanjutkan, pola pemberdayaan perempuan tersebut dilakukan untuk menekan banyaknya perempuan Sumbawa menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). Program ini menyasar perempuan sehingga mereka tidak perlu ke luar rumah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ia menegaskan, pola program ini bukan pemberian uang secara langsung dan bukan barang yang langsung dijual. Tetapi berupa bibit ikan, sayuran, obat-obatan untuk menjaga ketahanan bagi mereka yang berada di posisi kemiskinan ekstrem.

“Pola itu kami lakukan sehingga ketahanan pangan mereka terjamin, gizi terjamin syukur-syukur ini bisa berisisan langsung dengan stunting. Ketika mereka sakit maka akan ada obat yang diberikan,” ucapnya.

Program ini juga dihajatkan untuk merubah mindset bagi masyarakat yang berada pada kategori kemiskinan ekstrem. Jika mereka mendapatkan hasil lebih dari program tersebut, maka akan dijual ke sejumlah pasar termasuk meningkatkan ekonomi bagi mereka.

Dwi meyakinkan, pola pendampingan juga akan dilakukan pemerintah sehingga pelaksanaan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Bahkan di dalam pelaksanaan, pihaknya bekerja sama dengan akademisi, UNSA, UTS, dan Stikes Griya Husada untuk melakukan pendistribusian dan pengawasan di lapangan.

“Kalau kita kasih barang maka akan habis termasuk uang, polanya mereka harus berusaha dulu baru mendapatkan hasil dari apa yang dilakukan. Kami juga akan tetap memantau pelaksanaan program agar tidak menimbulkan persoalan kemudian hari,” ujarnya. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO