Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa meresmikan penggunaan dan pelayanan pos pemadam kebakaran di Kecamatan Moyo Hulu. Keberadaan pos ini dihajatkan untuk mendekatkan pelayanan serta memperkuat penanganan bencana ke wilayah yang rawan musibah kebakaran.
“Peresmian pos pemadam kebakaran ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan kebakaran,” kata Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori pekan kemarin.
Ia melanjutkan, keberadaan pos tersebut merupakan wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat sekaligus langkah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dikatakan, wilayah Kecamatan Moyo Hulu merupakan wilayah rawan kebakaran.
Pemerintah daerah akan terus berupaya menghadirkan pelayanan yang cepat dan prima. Setiap program yang telah memiliki kesempatan dan dukungan anggaran harus segera dieksekusi dengan tujuan utama menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.
“Keberadaan pos tidak berhenti hanya pada kegiatan peresmian, tetapi harus didukung dengan kesiapan personel, pola kerja yang jelas, serta dukungan anggaran,” ujarnya.
Menurutnya, petugas pemadam kebakaran memiliki tanggung jawab yang berat karena harus selalu siap selama 24 jam. Pola sistem tiga shift, setiap personel dituntut untuk tetap sigap, tidak lengah serta aktif memantau kondisi lingkungan sekitar.
Ia mengingatkan petugas tidak hanya datang ketika kebakaran sudah terjadi, tetapi juga mengedepankan langkah-langkah preventif di tengah masyarakat. Karakter wilayah Moyo Hulu yang terdiri dari 12 desa dengan akses lingkungan yang relatif mudah dipantau menjadi peluang bagi petugas memantau secara optimal.
“Saat ini tugas petugas pemadam kebakaran semakin kompleks. Damkar tidak hanya dituntut menangani kebakaran, tetapi juga menjalankan berbagai tugas kemasyarakatan sebagai bagian dari pelayanan,” tambahnya.
Ia juga memberikan semangat kepada seluruh anggota pos pemadam kebakaran dan penyelamatan,agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Ia mengingatkan bahwa pelayanan kepada masyarakat membutuhkan kesiapsiagaan dan komitmen yang kuat.
Pihaknya juga akan tetap melaksanakan program-program pelatihan dan simulasi kebakaran secara rutin di setiap desa sebagai salah satu bentuk antisipasi.
“Sosialisasi dan edukasi sangat penting sehingga masyarakat lebih siap dan tahu apa yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat,” demikian kata dia. (ils)


