Tanjung (Suara NTB) – Kualitas pelayanan Kesehatan di Gili Indah menjadi atensi Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU). Langkah strategis dilalui dengan menjalin kemitraan bersama Klinik Gili Emergency. Salah satu poin yang akan diperkuat adalah layanan gawat darurat dengan mengusung opsi mobil ambulans listrik.
Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang meliputi Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air, tidak hanya berkembang dari sisi usaha ekonomi pariwisatanya. Dari sisi administrasi, pemerintah daerah sudah melakukan tahap pemekaran jumlah dusun yakni tiga dusun di Gili Trawangan dan dua dusun di Gili Air.
Pemekaran tersebut untuk menjemput pemekaran jumlah desa di Gili Indah menjadi Desa Gili Indah (induk) dan desa persiapan Gili Trawangan. Bahkan, dari sisi keamanan, pihak Kepolisian sudah lebih dulu membentuk Polsek Gili Indah dari status sebelumnya Polisi Sub Sektor. Artinya, langkah tersebut disiapkan untuk membentuk tiga Gili sebagai Kecamatan Khusus.
Perkembangan administrasi wilayah dan usaha pariwisata tersebut tentu harus diimbangi oleh pemenuhan pelayanan dasar, termasuk kesehatan.
Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., mengakui pihaknya sudah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Klinik Emergency pada Senin (31/8) lalu. Rakor tersebut dalam rangka menemukan solusi untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan agar berjalan sesuai standar pelayanan minimal.
Najmul menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas kesehatan di Desa Gili Indah. Klinik yang ada saat ini diakuinya belum memadai untuk memenuhi tuntutan pengobatan di tingkat warga maupun wisatawan. Fasilitas pemerintah di Gili Indah, harus segera ditingkatkan menjadi puskesmas atau paling tidak, mini hospital.
“InsyaAllah dalam waktu dekat, saya sudah memerintahkan Kadis Kesehatan untuk segera menyiapkannya. Ini langkah nyata pemerintah memberikan pelayanan prima bagi warga Trawangan, Meno, dan Air,” kata Najmul.
Bupati menyatakan, layanan kesehatan antar pulau perlu didukung oleh ketersediaan transportasi kegawatdaruratan, khususnya ambulan laut. Armada tersebut hingga saat ini belum tersedia. Rakor tersebut, mata dia, sebagai momentum yang tepat untuk menunjukkan kepedulian nyata terhadap keselamatan warga tiga gili.
Menyinggung permohonan pengadaan ambulan listrik dari manajemen Klinik Gili Emergency, Bupati Lombok Utara memberikan respons positif. Tetapi, keberadaannya tetap mengedepankan kehati-hatian karena menyangkut status kawasan.
Ambulans listrik menurut dia, agar didahului dengan pembahasan intensif melibatkan berbagai pihak untuk memastikan keselarasan dengan peraturan perundang-undangan, serta nilai-nilai sosial yang dipelihara masyarakat Gili Indah.
“Jika nanti diizinkan (masyarakat Gili Indah), kita harus memadukannya dengan regulasi yang ada maupun norma sosial di wilayah tersebut,” imbuhnya.
Najmul pada kesempatan itu juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi menyukseskan program pemerintah pusat dalam menjadikan ketiga gili tersebut sebagai Kawasan Wisata Nasional.
Hadirnya fasilitas kesehatan dan transportasi Gawat Darurat yang memadai, dinilai menjadi fondasi utama dalam mendukung status destinasi wisata.
Sementara, Direktur Klinik Gili Emergency, dr. Nasrullah, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat keterbatasan signifikan dalam penggunaan kendaraan listrik sebagai moda transportasi kegawatdaruratan di tiga Gili. Penyediaan ambulans listrik dipandang mendesak sebagai sarana evakuasi yang memadai, nyaman, ramah lingkungan, dan cepat diakses.
“Di satu sisi, Desa Gili Indah khususnya Gili Trawangan harus memiliki transportasi kegawatdaruratan yang memenuhi standar tersebut. Kami berharap rakor ini menghasilkan keputusan konkret untuk menyediakan ambulans listrik,” kata Nasrullah.
Ia juga memberikan jaminan penting terkait operasionalisasi ambulan listrik tersebut jika nanti diizinkan beroperasi, pihaknya tidak akan membebankan biaya transportasi kepada siapa pun. (ari)


