Bima (Suara NTB) – Ketersediaan beras di Kabupaten Bima dipastikan masih aman. Produksi beras lokal bahkan masih surplus,sehingga sebagian hasil produksi dikirim ke Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk untuk memenuhi kebutuhan bantuan pangan.
Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rachmad Firdaus mengatakan kondisi ketersediaan beras di Kabupaten Bima dan Kota Bima secara umum masih terkendali. Pemantauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok, harga dan kualitas pangan di tingkat pedagang.
Menurut dia, pemantauan tersebut merupakan bagian dari instruksi pemerintah untuk memastikan pangan tetap tersedia dan terjangkau masyarakat. Kabupaten Bima menjadi salah satu daerah yang dipantau bersama sejumlah pihak, termasuk Bulog dan kepolisian.“Jadi, kami dari Badan Pangan diperintahkan Bapak Menteri Pertanian selaku Kepala Badan Pangan untuk memantau ketersediaan, kondisi harga, termasuk status mutu pangan di daerah, khususnya beras. Ada 13 provinsi yang menjadi target nasional, salah satunya Provinsi NTB. Hari ini (kemarin,red) kami ke Kabupaten dan Kota Bima untuk melihat titik pantauan harga beras di Pasar Tente. Secara umum, alhamdulillah, ketersediaan beras aman,” kata Rachmad saat dimintai keterangan, Senin (7/9).
Dari sisi produksi, Kabupaten Bima dinilai memiliki kemampuan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat. Bahkan, produksi lokal tidak hanya mencukupi kebutuhan daerah, tetapi masih memiliki surplus.
Kepala Bulog Cabang Bima, Alfan Ghazali menambahkan produksi beras masih surplus terlihat dari potensi produksi beras lokal yang masih memadai. Bulog juga tetap menyerap produksi petani untuk mendukung ketersediaan pangan. “Sebenarnya cukup. Untuk potensinya, Bima sendiri malah masih surplus,” ujarnya.
Produksi melimpah membuat sebagian beras dari Bima dapat disalurkan ke luar daerah. Salah satunya ke NTT yang juga membutuhkan pasokan beras untuk kebutuhan pangan masyarakat.
Meski tidak menyebutkan angka pasti mengenai jumlah beras yang telah diserap sepanjang tahun berjalan, Alfan memastikan produksi beras Bima tetap memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan pangan di luar daerah. “Beras dari Bima tetap kami kirim ke NTT, termasuk untuk bantuan pangan dan kebutuhan lainnya,” tandasnya.
Pemerintah tetap melakukan pemantauan terhadap ketersediaan dan harga beras di pasar untuk menjaga stabilitas pangan. Pengawasan juga dilakukan agar beras program pemerintah, termasuk SPHP, tersedia dengan harga sesuai ketentuan.
Dengan kondisi produksi yang masih surplus, Kabupaten Bima tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan beras di daerah sendiri, tetapi juga berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan di wilayah lain. (hir)



