BerandaNTBLOMBOK TENGAHPembangunan Dua Rumah Sakit Baru di Loteng Terkendala Anggaran

Pembangunan Dua Rumah Sakit Baru di Loteng Terkendala Anggaran

Praya (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) berencana membangun dua rumah sakit pratama baru untuk menunjang cukupan layanan kesehatan di Loteng. Dua rumah sakit itu yaitu Rumah Sakit Kopang dan Rumah Sakit Sengkerang Kecamatan Praya Timur. Hanya saja, rencana tersebut sampai saat ini belum bisa diwujudkan lantaran terkendala berbagai persoalan.


Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng, dr. Mamang Bagiansah, saat dikonfirmasi Suara NTB, Kamis (10/9). Ditemuai di Gedung DPRD Loteng, Mamang mengungkapkan, dari rencana pembangunan dua rumah sakit tersebut, pembangunan Rumah Sakit Kopang sedikit lebih maju progresnya.


Di mana, untuk feasibility studi (FS) dan rencana kebutuhan anggaranya pembangunan Rumah Sakit Kopang saat ini sudah selesai disusun. Dari hasil FS yang ada, pembangunan Rumah Sakit Kopang membutuhkan anggaran sekitar Rp50 sampai Rp60 miliar. Hanya saja sumber pembiayaannya belum ada.


Adapun Rumah Sakit Sengkerang, selain FS maupun sumber pembiayaan yang belum ada, juga masih terkendala pengalihan status aset, karena Gedung Pasar Seni Sengkerang yang rencananya akan dijadikan rumah sakit, masih menjadi aset Kementerian Perdagangan. Karena itu, masih menunggu proses pengalihan status aset.


Dari kedua rencana tersebut, pembangunan Rumah Sakit Kopang yang paling memungkinkan, karena tinggal mencarikan sumber pembiayaannya. Apakah itu dari anggaran pusat atau anggaran daerah.
Sedangkan untuk Rumah Sakit Sengkerang belum ada FS-nya. Apalagi sumber pembiayaannya.


Rencana pembangunan Rumah Sakit Kopang sebenarnya sudah sempat diusulkan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Namun, terkendala aturan soal jarak. Pasalnya, di aturan Kemenkes menyebutkan, pembangunan rumah sakit baru memungkinkan dilakukan jika lokasi rumah sakit yang diusulkan tersebut berjarak paling tidak satu jam perjalanan dari rumah sakit pemerintah terdekat.


Sementara jarak perjalanan antara lokasi pembangunan Rumah Sakit Kopang dengan RSUD Praya sebagai patokan, kurang dari satu jam. Sehingga pilihannya harus cari pembiayaan di lembaga atau kementerian lain atau menggunakan anggaran daerah. “Inilah yang sedang diupayakan,” terang Mamang.


Lebih lanjut, ia menjelaskan, di rencana strategis (renstra) lima tahun pembangunan daerah, Pemkab Loteng sendiri menargetkan di tahun 2028 bisa menambah satu rumah sakit baru yang dibangun. Entah itu Rumah Sakit Kopang atau Rumah Sakit Sengkerang yang akan dibangun. Sehingga berbagai upaya akan dilakukan untuk bisa mewujudkan target tersebut.


“Pemerintah daerah sedang berupaya mencari sumber-sumber anggaran yang bisa diarahkan untuk membiayai pembangunan setidaknya satu rumah sakit dulu. Supaya cakupan layanan Kesehatan bagi masyarakat di daerah ini bisa lebih luas lagi,” tegas Plt. Direktur RSUD Praya ini. (kir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO