BerandaEKONOMIPeluang Kerja Kebun Sawit Melalui Program SMK Go Global Banyak Peminat

Peluang Kerja Kebun Sawit Melalui Program SMK Go Global Banyak Peminat

Mataram (Suara NTB) – Peluang bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit Malaysia melalui Program SMK Go Global mendapat animo cukup tinggi dari masyarakat NTB. Sebanyak 100 peserta telah mengikuti pelatihan bidang perkebunan yang dilaksanakan di SMK PP Negeri Mataram.


Kepala SMK PP Negeri Mataram, Sugiarta, M.Pd., mengatakan peserta pelatihan tidak hanya berasal dari siswa sekolahnya. Program tersebut terbuka bagi lulusan SMA maupun SMK sesuai persyaratan yang ditetapkan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI).


“Lumayan, sudah dapat 100 peserta. Sekarang sudah dibuka lagi pendaftaran untuk gelombang kedua,” kata Sugiarta, akhir pekan kemarin.


Pelatihan dilaksanakan melalui kerja sama SMK PP Negeri Mataram dengan BP3MI NTB. Peserta mendapatkan pelatihan selama 140 jam yang mencakup teori dan praktik sebelum mengikuti uji kompetensi dan sertifikasi.


Materi yang diberikan difokuskan pada plantation worker atau tenaga kerja perkebunan, khususnya kelapa sawit. Untuk mendapatkan pengalaman praktik, peserta tidak hanya belajar di sekolah, tetapi juga dibawa ke lokasi perkebunan.


Menurut Sugiarta, sertifikasi menjadi bagian penting bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan bekerja ke luar negeri. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta dapat mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan lembaga sertifikasi yang bekerja sama dengan pihak sekolah.


Program SMK Go Global saat ini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja perkebunan kelapa sawit di Malaysia. Namun, skema SMK Go Global tidak hanya menyiapkan tenaga kerja untuk Malaysia. Sejumlah bidang pekerjaan dan negara tujuan lain, termasuk Jepang dan Australia, juga disiapkan melalui jenis pelatihan yang berbeda.


Menariknya, seluruh pelatihan bagi peserta tidak dipungut biaya. Peserta mendapatkan fasilitas selama mengikuti program, termasuk makan, minum, pakaian, dan uang saku. Pendaftaran dilakukan melalui BP3MI NTB sesuai persyaratan yang telah ditetapkan.


Sugiarta menjelaskan SMK PP Negeri Mataram dalam program ini berperan sebagai lembaga pelaksana pelatihan melalui kerja sama dengan BP3MI. Sementara pembiayaan program bersumber dari anggaran pemerintah pusat melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).


Secara nasional, Program SMK Go Global merupakan upaya pemerintah meningkatkan kompetensi calon PMI agar memiliki keterampilan dan sertifikasi sebelum memasuki pasar kerja internasional. Kementerian P2MI menyiapkan 2.000 kelas pelatihan yang tersebar di 23 wilayah kerja BP3MI.


Program tersebut ditargetkan menghasilkan 500.000 PMI terampil secara bertahap hingga 2029. Untuk NTB, pelaksanaan tahap awal mencakup 140 peserta, terdiri atas 100 peserta pelatihan perkebunan di SMK PP Negeri Mataram, 20 peserta pelatihan barista di BLK Skill Center NTB, dan 20 peserta pelatihan bahasa Inggris (IELTS) di Universitas Mataram. (bul)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN










VIDEO