Giri Menang (Suara NTB) – Sebanyak 376.983 jiwa penduduk Lombok Barat (Lobar) masuk Desil 1 hingga 4 atau kategori miskin. Dari jumlah tersebut, sebagian tercatat di Desil 1 atau miskin ekstrem. Warga yang masuk Desil 1 sampai 4 ini tersebar di empat kecamatan sebagai penyumbang terbanyak.
Pemkab pun memprioritaskan mereka untuk sasaran penanganan kemiskinan.
Selain kemiskinan, pengangguran juga jadi prioritas yang jumlahnya mencapai 11.952 jiwa. Demikian disampaikan Asisten I Setda Lobar, H. Fauzan Husniadi mewakili Bupati dalam jawaban pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Lobar terhadap Raperda tentang perubahan APBD tahun anggaran 2026, pada Jumat (11/9) lalu.
Fraksi DPRD mempertanyakan tentang jumlah rumah tangga dan jumlah jiwa yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem dan sebarannya di kecamatan serta di desa mana saja. Fauzan menjelaskan sampai saat ini jumlah sasaran prioritas kemiskinan Desil 1 sampai dengan Desil 4 di Kabupaten Lombok Barat sebanyak 118.983 KK atau 376.983 jiwa.
“Untuk Desil 1 tercatat sebanyak 36.031 KK atau 112.293 jiwa. Sebaran terbesar terdapat di Kecamatan Sekotong, Narmada, Gerung, dan Gunungsari,” sebutnya.
Sementara jumlah pengangguran di Kabupaten Lombok Barat tahun 2025 sekitar 11.952 orang, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT 2,82 persen. Untuk sebaran pengangguran pada tingkat kecamatan dan desa, Sakernas BPS hanya memiliki cakupan estimasi yang representatif pada tingkat kabupaten.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial PPPA Lobar Arief Suryawirawan mengatakan pihaknya sudah melakukan verifakasi dan validasi (Verval) data 64.106 warga miskin Desil 1 dan 2 Lobar.
Untuk Desil 1, yang diverval 33.813 KK sedangkan untuk Desil 2 sebanyak 30.293 KK. Langkah ini dilakukan untuk mencegah bantuan sosial salah sasaran dan memastikan tepat kepada yang membutuhkan. (her)



