BerandaNTBKembali Ditunda, Dinamika Musda Partai Demokrat NTB Menghangat

Kembali Ditunda, Dinamika Musda Partai Demokrat NTB Menghangat

Mataram (Suara NTB) – Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Demokrat NTB yang sedianya akan digelar pada 18 September 2026 dipastikan mengalami penundaan. Jadwal baru pelaksanaan Musda masih menunggu arahan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Sekretaris DPD Partai Demokrat NTB, Abdul Rauf. Dia mengatakan informasi mengenai penundaan tersebut telah diterima di tingkat daerah, meski dirinya mengaku belum sempat melihat langsung surat resmi penundaan dari DPP.

menunggu kepastian. Yang sebelumnya “Untuk jadwal Musda, informasinya masih direncanakan tanggal 18 September, untuk sementara belum jadi dilaksanakan,” ujar Abdul Rauf yang dikonfirmasi pada Selasa (15/9).

Abdul Rauf menyebut pelaksanaan Musda selanjutnya masih menunggu kepastian dari DPP. Karena itu, pihaknya belum dapat memastikan kapan forum pemilihan Ketua DPD Demokrat NTB periode berikutnya akan digelar. “Kalau kapan pelaksanaan nanti lagi, itu masih akan menunggu arahan dari DPP,” katanya.

Lebih lanjut disampaikannya bahwa dinamika menjelang Musda merupakan hal yang biasa terjadi dalam organisasi partai politik. Karena itu, seluruh kader diminta tetap menjaga suasana internal agar tetap kondusif dan mengedepankan kepentingan organisasi.

Abdul Rauf mengatakan, keputusan mengenai waktu pelaksanaan Musda sepenuhnya harus mengikuti mekanisme dan ketentuan organisasi Partai Demokrat. Ia menegaskan bahwa Musda merupakan momentum penting bagi Partai Demokrat NTB untuk melakukan konsolidasi organisasi sekaligus menentukan kepemimpinan partai di tingkat provinsi untuk periode berikutnya.

“Musda ini kan agenda organisasi yang penting. Karena itu, tentu kita berharap pelaksanaannya bisa berjalan baik, tertib dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa Demokrat NTB semakin solid,” ujarnya.

Karena itu anggota DPRD NTB dari Fraksi Partai Demokrat itu juga berharap seluruh kader tetap mengedepankan persatuan. Menurutnya, siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah memimpin DPD Partai Demokrat NTB harus mampu merangkul seluruh elemen kader dan membangun kekuatan organisasi menghadapi agenda politik ke depan.

“Yang paling penting adalah Demokrat NTB tetap solid. Siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin harus bisa menyatukan seluruh kader dan membawa partai menjadi lebih kuat,” tutur Abdul Rauf.

Diketahui sejumlah figur disebut-sebut sebagai kandidat kuat akan maju sebagai calon ketua DPD Demokrat NTB. Diantaranya mantan Kapolda NTB, Irjen Pol (Purn) Hadi Gunawan, Anggota DPRD NTB, Indra Jaya Usman dan Walikota Bima, A Rahman H Abidin.

Ditegaskan Rauf bahwa proses pemilihan Ketua DPD Demokrat NTB memiliki mekanisme organisasi. Setiap kader yang memenuhi persyaratan memiliki hak untuk mencalonkan diri. Ia menyebut salah satu ketentuan pencalonan adalah dukungan minimal 20 persen atau sekurang-kurangnya tiga suara DPC. (ndi)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO