Mataram (Suara NTB) – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Moh Ruslan tidak pernah berhenti berinovasi. Inovasi di bidang pelayanan kesehatan menuai apresiasi dari Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana. Pasalnya, penghargaan internasional diraih sebagai kota siaga stroke.
Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana mengapresiasi prestasi kembali diraih RSUD H. Moh. Ruslan. Prestasi ini tidak terlepas dari sebuah kerja keras, dedikasi serta kinerja yang ditunjukan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Saya secara pribadi sangat berterima kasih dan mengapresiasi. Saya mencatat banyak prestasi yang raih baik tingkat nasional maupun internasional,” kata Wali Kota pada, Rabu (16/9)
Salah satu contoh penghargaan diraih adalah program penanganan stroke yang diinisiasi sejak tahun 2023. Program ini secara konsisten berjalan dan melibatkan masyarakat secara luas termasuk pelibatkan kader PKK.

Wali Kota melihat manajemen RSUD H. Moh. Ruslan di bawah kepemimpinan Hj. NK. Eka Nurhayati telah membangun sistem yang baik. Tujuannya adalah membangun kualitas kesehatan masyarakat. Orang nomor satu di Kota Mataram ini,memandang secara kognitif prestasi yang raih bahwa ada semangat untuk berinovasi,kreativitas dan keberanian mengambil resiko secara terukur dengan tetap memperhatikan sarana-prasarana. “Pelayanan stroke ini satu-satunya di Indonesia Timur, terutama wilayah Bali-Nusra. Saya melihat ini sangat luar biasa dari leadership dan manajemen dari Direktur RSUD Kota Mataram,” pujinya.
Mohan memandang inovasi layanan kesehatan ini butuh konsistensi. Rumah sakit menjadi etalase dari layanan kesehatan di Kota Mataram. Artinya, semakin bagus,cepat dan unggul pelayanannya maka memberikan dampak positif baik secara politis serta komitmen pemerintah daerah. “Pelayanan di rumah sakit menjadi instrument penting untuk memberikan dampak positif bagi layanan pemerintah,” ujarnya.

Empat penganugrahan award oleh Angels Initiatve yang diterima RSUD H.Moh. Ruslan Kota Mataram yakni, penghargaan Diamond Status dan PSC 119 Emergency Medical Service meraih Gold Status. Dua penghargaan ini diterima langsung oleh yang diterima Direktur RSUD H.Moh. Ruslan, dr. Hj. NK. Eka Nurhayati.
Berikutnya, penghargaan Diamond Status Fast Heroes diterima oleh Ketua TPPKK Kota Mataram,Hj. Kinnastri Mohan Roliskana. Terakhir, penghargaan Kota Siaga Stroke di Indonesia diterima oleh Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana.
Sementara itu, Direktur RSUD H.Moh. Ruslan, dr. Hj. NK. Eka Nurhayati menjelaskan, penghargaan yang diterima Kota Mataram dari Angles Initiative sebagai kota siaga stroke. RSUD Kota Mataram telah menginisiasi layanan kesehatan ini sejak tahun 2023. Pihaknya telah mengembangkan inovasi penanganan dini emergency kuratif stroke sebagai salah satu upaya penanganan stroke di Kota Mataram. “Kami tidak hanya memperluas pelayanan di rumah sakit, tetapi aktif mengajak kader PKK di seluruh Kota Mataram,” ujarnya.

Penghargaan Diamond Status diraih tiga tahun berturut-turut dari tahun 2024-2026. Eka menegaskan bahwa prestasi yang ditorehkan ini merupakan penghargaan tertinggi tingkat internasional dari angles initiative dan world stroke organization.
Ia meyakini bahwa pasti ada penghargaan internasional berikutnya, sehingga PSC 119 diaktifkan dan dikenal luas oleh masyarakat. PSC 119 sebutnya, paling di Indonesia dengan layanan cepat merespon masyarakat. “Saya diundang ke Abu Dhabi untuk menerima penghargaan ini. Saya berpikir pasti ada saja penghargaan berikutnya, sehingga saya berpikir untuk mencari inovasi layanan kesehatan lainnya. PSC 119 kita masifkan merespon panggilan kedaruratan,” jelasnya.
Ia menyadari prestasi tingkat internasional diraih berkat dukungan TP PKK Kota Mataram serta Pemerintah Kota Mataram. Sejumlah 2.432 kader memiliki peran strategis dan terlibat langsung penanganan dini stroke. Pihaknya juga melatih kader di Kota Mataram, sehingga kesigapan dari kader mendapatkan penghargaan Diamond Status dari Angles Initiative. “Kami mendapatkan dukungan pendanaan secara penuh dari Angles Initiative dengan melatih nakes se-Kota Mataram,” demikian kata dia (cem/*)



