BerandaNTBSUMBAWAWilayah Terdampak Kekeringan di Sumbawa Meluas

Wilayah Terdampak Kekeringan di Sumbawa Meluas

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, menyebutkan wilayah terdampak kekeringan kembali meluas dari 12 kecamatan menjadi 14 kecamatan. Status tanggap darurat kekeringan diperpanjang menjadi 61 hari.

“Kondisi ini mengakibatkan hampir dari separuh wilayah Kabupaten Sumbawa, menghadapi dampak kekurangan air bersih di tengah cuaca kering yang masih berlangsung,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumbawa, Dr. Rusdianto, Rabu (16/9).

Ia menyebutkan, wilayah terdampak kekeringan meluas, setelah Kecamatan Labangka dan Kecamatan Lantung melaporkan mengalami kekurangan air. Akibatnya,sekitar 42.728 jiwa mulai terdampak kekeringan yang tersebar di 14 kecamatan.

.

Berdasarkan hasil pengecekan lapangan, intrusi atau pergerakan air laut menjadi salah satu penyebab utama memburuknya kondisi air sumur warga di kawasan pesisir. Air laut meresap ke dalam lapisan air tanah dan memengaruhi sumber air tawar yang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Semakin kering cuaca, maka intrusi air laut akan semakin dalam masuk ke daratan. Hal ini yang mengakibatkan wilayah pesisir sangat merasakan dampak,” jelasnya.

Akibat kondisi tersebut, saat ini warga menggantungkan kebutuhan air sehari-hari pada distribusi air bersih yang dilakukan pemerintah maupun pihak swasta. Selain itu,warga juga terpaksa membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah ketergantungan kebutuhan air terus meningkat.

“Kami akan terus menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa yang terdampak. Hingga saat ini, BPBD telah mendistribusikan 640 ribu liter air bersih ke seluruh desa yang mengalami kekeringan,” ucapnya.

Selain penanganan darurat, BPBD juga mendorong penyediaan infrastruktur air bersih sebagai solusi jangka panjang. Salah satu upaya yang dinilai perlu ialah pembangunan jaringan pipanisasi yang bersumber dari sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air warga.

“Melalui penyediaan sumber air alternatif dan jaringan perpipaan, kami berharap warga bisa memperoleh pasokan air bersih yang lebih terjamin, khususnya di wilayah pesisir yang menghadapi ancaman kekeringan berulang,” tambahnya. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO