BerandaNTBSUMBAWA300 KK di Dusun Ai Bari Terancam Terdampak Abrasi

300 KK di Dusun Ai Bari Terancam Terdampak Abrasi

Sumbawa Besar (Suara NTB)-Sebanyak 300 kepala keluarga di Dusun Ai Bari, Desa Kukin, Kecamatan Moyo Utara terancam terdampak abrasi jelang musim penghujan di bulan Desember. Sementara, dampak abrasi tahun sebelumnya belum ditangani oleh pemerintah daerah. “Abrasi tahun kemarin sudah hampir mendekati jalan lingkungan dan belum ada penanganan khusus,sehingga kami khawatir musim hujan tahun ini jalan tersebut akan putus dan 300 KK terancam terisolasi,” kata Kepala Desa Kukin, Suhri kepada wartawan melalui sambungan telepon, Selasa (6/10).

Selain jalan lingkungan sebut Suhri, ada juga puluhan rumah masyarakat dan masjid yang terancam terdampak abrasi. Kondisi ini juga sudah dilaporkan ke kepala daerah  tetapi belum ada penanganan khusus.

Ia menyebutkan, jalan yang berpotensi putus akibat abrasi mencapai 50 meter. Masyarakat secara swadaya juga telah memasang karung pasir sebagai tanggul sementara di sepanjang jalan tersebut, untuk menekan meluasnya abrasi terhadap jalan lingkungan dan pemukiman penduduk.

“Sebagian masyarakat sudah memasang talud di belakang rumah masing-masing termasuk di pinggir jalan untuk meminimalisir gerusan air laut ke pemukiman penduduk,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah melakukan penanganan secara permanen di lokasi tersebut. Pasalnya, penanganan secara darurat dikhawatirkan tidak efektif untuk menahan hantaman gelombang. Suhri menilai pemasangan beronjong atau tanggul dinilai penting untuk meminimalisir abrasi.

“Penanganan secara permanen sangat kami harapkan dari pemerintah terutama pasangan untuk penahan gelombang. Jika tidak maka kerusakannya akan semakin parah,” harapnya.

Ia menambahkan jalan yang rusak merupakan akses satu-satunya bagi masyarakat untuk menuju desa lainnya,sehingga penanganan permanen diharapkan segera terealisasi.

Dikonfirmasi secara terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo mengaku akan melakukan pengecekan lapangan terlebih dahulu sebelum proses perbaikan. Hal itu dianggap penting untuk memastikan pola penanganannya.

“Hari ini (kemarin, red) kita turun dulu ke lokasi untuk melihat kondisi secara langsung, sehingga kita bisa mengetahui pola penanganan yang akan kita lakukan nantinya,” singkatnya. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO