Mataram (Suara NTB) – Kemitraan Universitas Mataram (Unram) dan Massey University, New Zealand, memasuki babak baru. Hubungan yang telah dibangun selama bertahun-tahun melalui riset, pendidikan, capacity building, dan community engagement kini bergerak menuju kolaborasi yang lebih konkret, dengan agenda yang diarahkan pada dampak bagi mahasiswa, peneliti, dan masyarakat. Arah tersebut dibahas dalam pertemuan Unram dan Massey University di Massey University, New Zealand, pada Selasa (15/9).
Kedua universitas menyepakati penguatan lecture exchange, webinar series, joint publication, fokus food safety dan food technology, joint master, joint supervision, serta student mobility.
Kemitraan ini juga diperluas melalui rencana keterlibatan bersama dalam proyek food security and food safety, dengan memanfaatkan pengalaman Unram melalui proyek Farm Systems and Capability for Agribusiness Activity (IFSCA). Kolaborasi tersebut membawa hubungan kedua universitas lebih dekat pada kebutuhan sistem pangan terutama di Indonesia Timur.
Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., menegaskan bahwa hubungan Unram dan Massey University bukanlah kemitraan yang baru dimulai. Fondasinya telah dibangun melalui joint research, joint publications, academic exchange, serta program Adjunct Professor, di samping kolaborasi dalam pendidikan, pengembangan kapasitas, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kolaborasi ini bukan sekadar pengaturan kelembagaan. Bagi kami, ini adalah jembatan akademik yang menghubungkan peneliti, dosen, mahasiswa, dan masyarakat,” ujar Prof. Sukardi.
Kini, jembatan tersebut diarahkan pada isu yang memiliki relevansi langsung dengan masyarakat, salah satunya food safety dan food technology. Penguatan bidang ini penting untuk membangun sistem pangan yang menjamin keamanan, kualitas, keterjangkauan, dan ketertelusuran pangan.
Keahlian Massey University dalam food science, food safety, agriculture, nutrition, dan food systems dapat dipertemukan dengan sumber daya serta pengalaman regional Unram, khususnya perspektif Indonesia Timur. Ruang riset bersama mencakup food safety assurance, food quality, food processing, traceability, supply-chain management, nutrition, local food resources, hingga sustainable food systems.
Pengalaman Unram melalui IFSCA menjadi salah satu pijakan mengembangkan kolaborasi yang memperkuat pemahaman dan kapasitas sistem pangan serta aktivitas agribisnis.
Dampak kemitraan juga diarahkan langsung pada pengalaman belajar dan mobilitas akademik. Unram dan Massey University akan mengembangkan lecture exchange melalui hybrid lecture dan online classes, serta Massey–Unram Webinar Series untuk memperluas interaksi akademik lintas kampus.
Pada jenjang pascasarjana, kedua universitas mengeksplorasi joint master degree, termasuk skema satu tahun studi di Unram dan satu tahun di Massey University dengan mekanisme pengakuan mata kuliah yang disepakati bersama. Skema ini diperkuat melalui joint supervision, student exchange, short programmes, internships, dan student mobility.
Bagi Unram, babak baru kemitraan ini ditandai oleh kemampuan kedua universitas untuk menerjemahkan hubungan akademik menjadi program yang dapat dijalankan dan memberi manfaat yang konkret.
Arah tersebut selaras dengan SDG 2: Zero Hunger melalui food security dan sistem pangan; SDG 3: Good Health and Well-being melalui food safety dan kualitas pangan; SDG 4: Quality Education melalui pembelajaran lintas kampus, joint master, dan student mobility; serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui penguatan kemitraan internasional. (ron/*)
Rektor Unram, Prof. Sukardi (kiri) bersama pihak Massey University, New Zealand dalam pertemuan Unram dan Massey University pada Selasa (15/9). WhatsApp Image 2026-09-18 at 08.26.46



