BerandaEKONOMIEkonomi Kreatif NTB Mulai Didorong Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru

Ekonomi Kreatif NTB Mulai Didorong Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi NTB mulai memperkuat pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru, terutama di tengah pesatnya digitalisasi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTB, Lalu Ahmad Nur Aulia mengatakan, potensi ekraf di NTB cukup besar. Namun, selama ini sektor tersebut dinilai belum terlihat secara kuat dalam program pembangunan daerah.

“Ekonomi kreatif saat ini menjadi the new engine of economic growth, salah satu mesin pertumbuhan yang sangat berkembang di era digitalisasi,” katanya, Jumat, 18 September 2026.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa hanya berperan sebagai pelaksana program. Pemprov NTB perlu hadir sebagai fasilitator, regulator sekaligus akselerator bagi pelaku ekraf.

Hal itu dilakukan dengan memperbanyak ruang peningkatan kapasitas dan mendengarkan langsung kebutuhan para pelaku ekonomi kreatif. Sebab, kata dia, pelaku dan pegiat ekraf yang paling mengetahui potensi, kendala maupun kebutuhan pengembangan usaha mereka.

“Yang tahu apa yang menjadi target, kendala dan harapan itu adalah para pelaku dan pegiat ekonomi kreatif sendiri. Karena itu, kita harus banyak mendengar dari mereka,” katanya.

Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah memberikan pelatihan bagi pelaku ekraf. Hingga saat ini, Disparekraf NTB telah melaksanakan lima angkatan pelatihan dengan materi yang banyak diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital.

Materi yang diberikan antara lain pembuatan dan penjualan produk digital, microlearning, pengembangan bisnis creative agency, hingga keterampilan yang berkaitan dengan profesi clipper.

Antusiasme terhadap program ini juga disebut cukup tinggi. Bahkan, pelaku dari berbagai subsektor ekraf mulai menyampaikan keinginan agar mendapatkan pelatihan sesuai kebutuhan masing-masing.

“Baru lima angkatan. Insya Allah tahun ini kita akan lakukan sampai 10 angkatan dengan tema yang berbeda-beda,” jelas Ahmad Aulia.

Ia mengatakan, penguatan ekraf menjadi bagian dari upaya Pemprov NTB membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat. Terlebih, perkembangan teknologi membuat pemasaran dan penciptaan produk kreatif tidak lagi terbatas pada pasar lokal.

“Harapannya masyarakat bisa melihat bahwa peluang atau potensi ekonomi kreatif di era saat ini memang sangat terbuka lebar dan bisa dimanfaatkan,” katanya.

Pemprov NTB, lanjutnya, akan terus mencari bentuk intervensi yang sesuai dengan persoalan yang dihadapi pelaku ekraf. Dengan demikian, pengembangan ekonomi kreatif tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat berlanjut menjadi aktivitas ekonomi yang menghasilkan pendapatan dan membuka lapangan kerja.

Informasi mengenai pelatihan dan program ekraf tersebut juga disampaikan melalui kanal media sosial Disparekraf NTB. Masyarakat yang berminat tidak harus datang langsung ke kantor untuk memperoleh informasi mengenai program yang tersedia. (bul)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO