Giri Menang (Suara NTB) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Patut Patuh Patju (Tripat), Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Salah satu sejarah dicetak RS milik daerah itu, secara resmi membuka layanan intervensi nonbedah untuk penyakit jantung atau catheterization laboratory (Cath Lab).
Peresmian layanan ini ditandai dengan penandatanganan MoU, Perjanjian Kerja Sama (PKS), serta pelaksanaan tindakan pemasangan ring jantung perdana dengan pendampingan tim Proctorship RSJPD Harapan Kita Jakarta.
Pembukaan layanan tersebut menjadi langkah baru RSUD Tripat dalam memperkuat penanganan penyakit jantung, terutama bagi pasien yang membutuhkan tindakan cepat akibat penyumbatan pembuluh darah koroner.
Dengan dibukanya layanan pemasangan ring jantung di RSUD Tripat ini, kini warga Lobar khususnya dan NTB umumnya tidak perlu langsung dirujuk ke luar daerah. Direktur Utama RSUD Tripat Gerung, dr. Suryadi, mengatakan hadirnya layanan intervensi nonbedah tersebut menjadi jawaban atas lonjakan kasus penyakit jantung di wilayahnya yang sangat signifikan.
Berdasarkan data rumah sakit, angka kesakitan jantung meningkat hingga tiga kali lipat dalam kurun waktu empat tahun. Pada 2021, jumlah kunjungan rawat jalan tercatat sekitar 1.700 kasus. Angka tersebut meningkat menjadi 2.096 kasus pada 2022 dan mencapai 3.996 kasus pada 2024.
“Jadi, dari tahun 2021 sampai 2025 ini, angka kesakitan jantung meningkat sampai tiga kali lipat,” ujar Suryadi dalam konferensi pers Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan RSUD Tripat mempercepat pengembangan layanan jantung dengan menghadirkan fasilitas Cath Lab. Fasilitas tersebut diperoleh melalui dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan RI.Dengan fasilitas tersebut, RSUD Tripat kini mulai dapat melakukan tindakan intervensi koroner, termasuk pemasangan ring pada pembuluh darah jantung yang mengalami penyumbatan.
“Ini menjadi bagian dari upaya kami untuk memberikan pelayanan yang lebih dekat kepada masyarakat, khususnya pasien jantung yang membutuhkan tindakan intervensi,” kata Suryadi.
Namun, pengoperasian layanan baru itu tidak dilakukan secara langsung tanpa pendampingan. RSUD Tripat mendapat program proctorship dari RSJPD Harapan Kita sebagai bagian dari proses penguatan kompetensi tenaga kesehatan di daerah.
Sementara itu, Direktur Keuangan dan BMN RSJPD Harapan Kita, Tri Hartono Rianto, menjelaskan tim dari rumah sakit pusat tersebut datang untuk mendampingi tenaga medis RSUD Tripat dalam pelaksanaan tindakan intervensi jantung.
Pendampingan tersebut melibatkan dokter spesialis jantung dr. Arwin Saleh Mangku Anom, Sp.JP, serta dua perawat ahli, Eka Muliati, S.Kep., Ns., dan Shamsuddin Simon, A.Md.Kep.Tri., menegaskan, program tersebut diarahkan agar tenaga medis RSUD Tripat nantinya mampu menjalankan tindakan intervensi secara mandiri dengan tetap mengikuti standar pelayanan dan keselamatan medis.
Layanan Cath Lab RSUD Tripat untuk tahap awal akan diarahkan terutama pada kasus kegawatdaruratan jantung, khususnya STEMI atau kondisi penyumbatan akut pembuluh darah koroner yang membutuhkan tindakan segera.
Manajemen rumah sakit menargetkan layanan tersebut dapat menangani sekitar tiga hingga lima pasien pemasangan ring setiap hari. Target itu diharapkan dapat mempercepat penanganan pasien sekaligus mengurangi risiko keterlambatan akibat proses rujukan ke rumah sakit di luar daerah.
Dari sisi pembiayaan, layanan pemasangan ring nantinya ditargetkan dapat ditanggung BPJS Kesehatan. Estimasi biaya tindakan berada pada kisaran Rp50 juta hingga Rp60 juta, bergantung pada jumlah ring yang diperlukan pasien. Saat ini, RSUD Tripat masih menyelesaikan proses kredensialing agar pelayanan intervensi jantung tersebut dapat segera masuk dalam skema pembiayaan BPJS Kesehatan.
Selain penguatan layanan di RSUD Tripat, kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan jejaring layanan jantung di NTB. Penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) melibatkan 10 RSUD di wilayah NTB.Jejaring tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan jantung sekaligus memperkuat sistem rujukan antarrumah sakit di daerah.
Kegiatan peresmian turut dihadiri Wakil Gubernur NTB yang diwakili Asisten III Setda NTB Hj. Eva Dewiyani, S.P., jajaran Dinas Kesehatan Provinsi NTB, BPJS Kesehatan Mataram, serta perwakilan rumah sakit se-NTB. Dengan beroperasinya Cath Lab tersebut, RSUD Tripat tidak hanya menambah jenis layanan medis, tetapi juga mulai membangun kemampuan penanganan kasus jantung yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan dukungan tenaga medis terlatih. (her)



