PEMERINTAH Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelidiki keberadaan dan aktivitas warga negara asing (WNA) yang diduga bekerja secara ilegal tanpa visa kerja di sejumlah sektor di NTB. Yang terbanyak ditemukan yaitu di sektor pertambangan dan sektor pariwisata.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Irnadi Kusuma, mengatakan baru-baru ini pihaknya mencoba menelusuri beberapa kepemilikan vila di Lombok Tengah diduga dimiliki secara ilegal oleh WNA.
“Masih kita coba selidiki, ada beberapa vila standar yang pekerjanya itu orang asing semua. Itu yang perlu kami cek lebih jauh,” ujarnya pekan kemarin.
Jumlah WNA yang diduga bekerja secara ilegal, sambungnya tidak mencapai belasan maupun puluhan orang. Meski begitu, Pemprov NTB tetap memastikan temuan tersebut akan menjadi bagian dari pembahasan dan pengawasan bersama dengan tim Pengawasan Orang Asing (PORA).
“InsyaAllah nanti ini akan jadi perhatian kami. Dengan Tim PORA tetap kami lakukan kerja sama untuk membahas atau melakukan monitoring terkait itu,” lanjutnya.
Alasan Pemprov NTB melakukan penelusuran dugaan orang asing bekerja ilegal tersebut guna memastikan penggunaan tenaga kerja lokal tidak tergeser.
Irnadi tidak memungkiri, beberapa tenaga kerja asing memiliki keahlian teknis yang tidak dimiliki tenaga lokal, khususnya di sektor pertambangan. Kendati begitu, untuk pekerjaan yang dapat dilakukan oleh tenaga kerja lokal, ia berharap kesempatan tersebut diberikan kepada masyarakat setempat.
“Jangan sampai tenaga kerja sektor yang sebetulnya bisa lokal tapi dikerjakan oleh orang asing,” ucapnya. “Kita menghargai mereka dengan keilmuannya, tapi pada sisi tertentu, di sektor-sektor tertentu yang memang berat dilakukan oleh SDM kita,” sambungnya.
Menyinggung soal informasi adanya WNA asal China yang bekerja pada bagian teknis di salah satu pertambangan di Sumbawa, yaitu tambang Lantung, Mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB itu mengaku belum mengetahui adanya informasi tersebut. Malah, informasi yang diterima tim justru mengarah ke wilayah lain, yaitu Lombok Tengah berkaitan dengan WNA yang bekerja di sejumlah villa di kawasan itu. “Itu harus kita cek langsung,” katanya. (era)



