BerandaNTBLOMBOK TIMURPeningkatan Mutu Pendidikan Jadi Atensi Serius Pemkab Lotim

Peningkatan Mutu Pendidikan Jadi Atensi Serius Pemkab Lotim

Selong (Suara NTB) – Peningkatan mutu pendidikan menjadi salah satu perhatian serius Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim). Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, saat menjadi pemateri dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Hamzanwadi Tahun 2026, Selasa (22/9/2026).


Di hadapan sekitar 2.200 mahasiswa baru dari tujuh fakultas yang mengikuti PKKMB di GOR Hamzanwadi, Juaini memaparkan materi bertema “Memahami Kebijakan Publik Menuju Mahasiswa yang Aktif dan Konstruktif.”


Juaini menjelaskan, kebijakan publik pada dasarnya merupakan berbagai aktivitas yang dilakukan pemerintah, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten hingga pemerintah pusat, dalam rangka menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.


“Inti dari kebijakan publik adalah menyelesaikan masalah publik dengan mendayagunakan sarana-sarana publik, termasuk APBD, dalam rentang waktu tertentu serta dengan mempertimbangkan skala prioritas,” jelasnya.


Menurut Juaini, kebijakan publik dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, di antaranya undang-undang, pelayanan publik, dan peraturan daerah. Dalam pelaksanaannya, kebijakan publik di tingkat lokal melalui sejumlah tahapan, mulai dari identifikasi masalah, penyusunan agenda kebijakan, formulasi kebijakan, pengambilan keputusan, implementasi hingga evaluasi.


Ia menegaskan, tidak semua persoalan yang muncul di tengah masyarakat secara otomatis menjadi agenda pemerintah. Sebuah persoalan harus terlebih dahulu diidentifikasi dan dikaji dengan mempertimbangkan urgensi, dampak, serta kemampuan pemerintah dalam menanganinya.


Dalam kesempatan tersebut, Juaini secara khusus menyoroti perkembangan pendidikan di Lombok Timur. Ia menyebut sektor pendidikan mengalami perkembangan dalam 25 tahun terakhir, namun masih terdapat tantangan yang perlu ditangani secara bersama-sama.


Berdasarkan data yang dipaparkannya, rata-rata lama sekolah di Lombok Timur mencapai 7,71 tahun, sedangkan harapan lama sekolah mencapai 14,08 tahun. Angka tersebut menggambarkan masih adanya jarak antara rata-rata lama sekolah penduduk dengan harapan lama sekolah. Rata-rata lama sekolah berada pada kisaran jenjang SMP, sementara harapan lama sekolah telah mencapai jenjang pendidikan tinggi.


Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran yang menunjukkan pentingnya kebijakan dan program peningkatan mutu pendidikan di daerah. Menurut Juaini, peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan perhatian dan kerja bersama dari berbagai pihak.


Selain membahas kebijakan publik dan sektor pendidikan, Juaini juga mengajak mahasiswa baru untuk mengambil peran dalam memahami berbagai persoalan di lingkungan sekitar.


Ia mendorong mahasiswa agar tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan, berpikir kritis, memahami persoalan masyarakat, serta membangun kemampuan bekerja sama.


Juaini juga mengapresiasi keberadaan Universitas Hamzanwadi yang dinilainya memiliki peran dalam pengembangan pendidikan di Lombok Timur. Perguruan tinggi, kata dia, memiliki posisi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendorong kemajuan pendidikan di daerah.


Kegiatan PKKMB tersebut turut dihadiri Wakil Rektor III Universitas Hamzanwadi beserta jajaran terkait. Melalui PKKMB 2026, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya mengenal lingkungan akademik, tetapi juga memahami kebijakan publik dan peran mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat. (rus)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO