BerandaBIMABangun Ketahanan Pangan di Sekolah

Bangun Ketahanan Pangan di Sekolah

Bima (Suara NTB) – Sejumlah sekolah di Kabupaten Bima mulai mengenalkan ketahanan pangan kepada siswa melalui kebun sekolah. Salah satunya di SDN Inpres Sai, Kecamatan Soromandi. Siswa tidak hanya belajar menanam dan merawat sayuran, tetapi juga mengenal sumber pangan sehat yang dapat dimanfaatkan di lingkungan sekolah.

Kebun sekolah tersebut merupakan bagian dari Program Sekolah Aman yang didampingi YAPPIKA-Action Aid bersama Yayasan YISA Ambalawi. SDN Inpres Sai menjadi salah satu dari delapan sekolah dasar di Kabupaten Bima yang mendapat pendampingan program tersebut.

Kepala SDN Inpres Sai, Ahmad mengatakan, kegiatan berkebun memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar secara langsung mengenai tanaman dan proses menghasilkan pangan. Kebun yang sebelumnya telah dipanen kini kembali ditanami sejumlah jenis sayuran.

“Program ini sangat bermanfaat bagi sekolah. Hasil panen ada yang dimanfaatkan oleh guru dan siswa serta sebagian dibeli oleh masyarakat yang datang ke sekolah,” ujar Ahmad, Selasa (22/9).

Tanaman yang dikembangkan antara lain sawi, tomat, terong dan bayam. Menurut Ahmad, keberadaan kebun juga memberikan manfaat lain karena hasilnya dapat dimanfaatkan warga sekolah sekaligus menjadi sumber pemasukan dari sebagian hasil penjualan.

Sekolah berencana mempertahankan kebun tersebut meski pendampingan dari lembaga terkait nantinya berakhir. Ahmad mengatakan, keberlanjutan kebun akan didukung melalui anggaran sekolah dan hasil penjualan panen sebelumnya.

“Kami akan melanjutkan kebun sekolah karena memang dibutuhkan oleh warga sekolah, meskipun tanpa dukungan lagi dari lembaga,” katanya.

Sedangkan, Field Officer Program Sekolah Aman Kabupaten Bima, Hersan Hadi mengatakan, kebun sekolah merupakan salah satu kegiatan yang diarahkan untuk menjawab persoalan kesehatan dan gizi anak. Menurutnya, lingkungan sekolah tidak hanya harus aman secara fisik, tetapi juga mendukung kesehatan dan tumbuh kembang peserta didik.

“Dalam kerangka tersebut, kebun sekolah menjadi salah satu bentuk kegiatan yang berkaitan dengan upaya menciptakan Sekolah Aman dari ancaman gizi buruk,” ujarnya

Melalui kegiatan tersebut, kata Hersan, siswa dapat menghubungkan pembelajaran di kelas dengan praktik langsung di lingkungan sekolah. Anak dikenalkan pada tanaman, pangan dan pentingnya mengonsumsi makanan sehat dan bergizi.

Menurutnya, kebun sekolah juga memiliki kaitan dengan isu ketahanan pangan yang semakin penting di tengah perubahan iklim, konflik geopolitik dan kenaikan harga pangan. Karena itu, pengetahuan mengenai pangan perlu dikenalkan sejak usia sekolah.

“Kondisi global saat ini salah satu tantangan terkait isu krisis pangan. Nah, kebun sekolah ini juga salah satunya sebagai bagian dari adaptasi atau respons kita terhadap isu global. Sekolah (siswa) juga harus aman dari kekurangan pangan,” katanya.

Hersan mengatakan, gagasan pengembangan kebun sekolah ini juga telah dipaparkan kepada Bappeda Litbang Kabupaten Bima untuk praktif tersebut dapat diterapkan secara merata di Sekolah yang ada di Kabupaten Bima. (hir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO