Kota Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kota Bima mengupayakan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Tanjung dan Kolo mendapat anggaran lanjutan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Tambahan anggaran tersebut diharapkan tidak hanya melanjutkan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bima, H. Junaidin mengatakan, pihaknya berharap dukungan anggaran dari pemerintah pusat kembali diberikan untuk dua kawasan tersebut. Menurutnya, keberlanjutan pembangunan penting agar KNMP dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat nelayan.
“Insyaallah, di tahun selanjutnya kita akan ditambah lagi anggaran lanjutan untuk pembangunan KNMP di dua lokasi tersebut, yaitu Tanjung dan Kolo,” kata Junaidin, Rabu (22/9).
Junaidin menyebut kawasan Tanjung memiliki peluang untuk dikembangkan tidak hanya sebagai kawasan aktivitas nelayan, tetapi juga ruang ekonomi dan wisata pesisir. Karena itu, pembangunan yang dilakukan di kawasan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Pengembangan kawasan tersebut lanjutnya, juga perlu diarahkan agar berdampak langsung terhadap perekonomian warga. Keberadaan KNMP diharapkan dapat membuka ruang bagi tumbuhnya usaha masyarakat, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Dengan adanya pembangunan Kampung Nelayan ini, kami berharap ekonomi masyarakat meningkat dan aktivitas UMKM semakin berkembang,” katanya.
Saat ini, pembangunan KNMP Tanjung dikerjakan CV Marangga Jaya Perkasa dengan nilai kontrak Rp2,32 miliar. Sementara, pembangunan KNMP Kolo dikerjakan CV Sinar Lima dengan nilai kontrak Rp4,355 miliar.
Disebutkan, Kolo dan Tanjung menjadi dua kawasan yang diusulkan dalam program KNMP,karena merupakan wilayah pesisir dengan aktivitas masyarakat nelayan.
Dengan peluang tambahan anggaran tersebut, Pemkot Bima berharap pembangunan KNMP tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur. Pengembangan kawasan juga diarahkan untuk menciptakan aktivitas ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat nelayan dalam jangka panjang. (hir)



