BerandaEKONOMISemen Mulai Langka di Lombok Timur

Semen Mulai Langka di Lombok Timur

Selong (Suara NTB) – Ketersediaan semen di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mulai mengalami kelangkaan. Kondisi tersebut berdampak pada kenaikan harga di tingkat pedagang, dari sebelumnya sekitar Rp65 ribu menjadi Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per sak.

Kelangkaan semen ini diduga terjadi akibat menurunnya pasokan dari Pulau Jawa, khususnya dari Surabaya ke sejumlah grosir di Lombok Timur.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur, H. Hadi Fathurrahman, didampingi Kepala Bidang Bahan Pokok Penting (Bapokting), Saeful Wathon, Kamis (24/9/2026), mengatakan pasokan semen dari Surabaya saat ini sangat terbatas.

“Pengiriman dari Surabaya limit, sekarang hanya 150 sak untuk kebutuhan dua hari,” kata Hadi.

Menurutnya, kondisi tersebut jauh berbeda dibandingkan sebelumnya. Grosir di Lombok Timur biasanya menerima pasokan sekitar 200 hingga 400 sak setiap hari.

“Sebelumnya, grosir 200-400 per hari. Sekarang 150 per dua hari,” terangnya.

Hadi menjelaskan, Lombok Timur sebagai daerah penerima memang masih sangat bergantung pada pasokan semen dari produsen yang sebagian besar berada di Pulau Jawa. Hingga kini, pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab penurunan pengiriman tersebut.

“Apa yang menjadi penyebabnya sampai sekarang kita tidak tahu di daerah,” ungkapnya.

Di tengah terbatasnya pasokan dan kenaikan harga, Dinas Perdagangan Lombok Timur mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan maupun penimbunan.

“Kami minta masyarakat tidak berspekulasi dan melakukan penimbunan yang dapat mengkhawatirkan masyarakat lainnya,” imbuh Hadi.

Dinas Perdagangan, lanjutnya, saat ini terus melakukan koordinasi dengan para pedagang dan grosir untuk memperoleh informasi mengenai kondisi pasokan di lapangan.

Pihaknya juga menindaklanjuti informasi yang disampaikan masyarakat dengan melakukan penelusuran langsung kepada pedagang hingga grosir.

“Informasi dari masyarakat kita tindak lanjuti. Disdag melakukan penelusuran kepada pedagang, bahkan ke grosir. Informasi kami kumpulkan,” katanya.

Untuk mengatasi persoalan pasokan tersebut, Dinas Perdagangan Lombok Timur juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pedagang, keterlambatan pasokan terjadi pada pengiriman semen dari Surabaya. Karena persoalan tersebut berkaitan dengan perdagangan antarpulau, pihaknya berharap pemerintah provinsi dapat membantu mempercepat penyelesaian persoalan distribusi.

“Perdagangan antarpulau itu sangat kita harapkan. Provinsi bisa cepat,” ujarnya.

Hadi menilai, apabila pasokan kembali normal, kebutuhan semen di Lombok Timur masih dapat terpenuhi. Sebelumnya, distribusi sekitar 200 hingga 400 sak per hari dinilai mampu menjaga ketersediaan di pasaran. “Kalau per dua hari 200-400 tetap lancar, maka bisa,” katanya.

Ditambahkan, kelangkaan semen ini menjadi perhatian karena kebutuhan masyarakat terhadap bahan bangunan cukup tinggi. Terlebih saat ini banyak kegiatan pembangunan fisik yang sedang berlangsung.

“Apalagi musim panas sekarang, masyarakat sedang menyelesaikan pembangunan,” demikian katanya. Terdapat permasalahan terkait ketersediaan dan pasokan batubara sebagai bahan bakar bagi pabrik semen, yang berdampak pada terganggunya proses produksi. Keterbatasan pasokan tersebut menyebabkan penurunan kapasitas produksi, bahkan berpotensi mengakibatkan penghentian sementara operasional produksi pabrik semen. (rus)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO