Mataram (Suara NTB) – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Mataram akan mengkaji kembali usulan pembangunan mini gelanggang olahraga (GOR). Fasilitas tersebut direncanakan menjadi sarana olahraga terpadu untuk mendukung peningkatan kualitas dan prestasi atlet Kota Mataram.
Usulan pembangunan mini GOR sebelumnya telah diajukan ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada 2024. Namun, rencana tersebut belum terealisasi menyusul perubahan kebijakan dan kewenangan pemerintah pusat terkait pembangunan fisik.
Kepala Dispora Kota Mataram, Lalu Samsul Adnan, mengatakan kajian ulang diperlukan untuk menyesuaikan rencana pembangunan dengan kebijakan pemerintah pusat saat ini.
“Nanti kita coba kaji ulang mengenai pembangunan mini GOR sesuai dengan kondisi kebijakan pemerintah pusat,” ujarnya, Jumat (25/9).
Menurut Samsul, memasuki 2025, kewenangan terkait kegiatan pembangunan fisik yang sebelumnya berada di Kemenpora dialihkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sementara proposal pembangunan mini GOR yang telah disusun sebelumnya sudah masuk ke Kemenpora.
Karena itu, pihaknya perlu menindaklanjuti kembali proposal tersebut sekaligus memastikan kesesuaian rencana awal dengan kebijakan dan kewenangan pemerintah pusat saat ini.
Ia menilai keberadaan mini GOR sangat dibutuhkan Kota Mataram. Hingga kini, Kota Mataram belum memiliki gedung olahraga serbaguna sendiri sehingga masih bergantung pada fasilitas olahraga milik Pemerintah Provinsi NTB.
Kondisi tersebut membuat atlet Kota Mataram selama ini memanfaatkan fasilitas yang tersedia pada masing-masing induk organisasi olahraga (inorga) untuk menjalani pemusatan latihan.
Samsul mengatakan, konsep mini GOR yang dibutuhkan berupa gedung indoor serbaguna yang dapat digunakan untuk berbagai cabang olahraga, seperti mini soccer, futsal, bola basket, hingga olahraga bela diri. Fasilitas tersebut juga direncanakan dilengkapi area parkir yang memadai.
“Kota Mataram memang belum punya mini GOR yang sifatnya serbaguna untuk menampung kegiatan teman-teman olahraga,” katanya.
Kendati demikian, Dispora Kota Mataram belum dapat memastikan kebutuhan anggaran maupun luas lahan yang diperlukan. Perhitungan tersebut masih menunggu kajian terkait lokasi dan teknis perencanaan pembangunan.
Mantan Kepala Dinas Sosial Kota Mataram itu mengatakan pembangunan mini GOR tidak sepenuhnya akan mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Mataram. Pihaknya akan mengupayakan dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR.
Untuk itu, Dispora Kota Mataram akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kota Mataram guna menyesuaikan dan mengajukan kembali usulan pembangunan fisik tersebut kepada pemerintah pusat.
Berdasarkan data Dispora Kota Mataram, proposal pembangunan mini GOR sebelumnya diajukan pada 2024 dengan nilai anggaran sekitar Rp27 miliar. Fasilitas tersebut direncanakan dibangun di atas lahan sekitar satu hektare di kawasan Taman Bumi Gora, sehingga lokasinya dapat tersentralisasi dengan Mataram Water Park (MWF) di Jalan Udayana. (pan)



