Praya (Suara NTB) – Pengurus Besar (PB) Nadhatul Wathan Diniyah Islamiah (NWDI) bakal mengalami alih sementara pengelolaan Pondok Pesantren (Ponpes) ABW Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah (Loteng). Pengambilalihan ini buntut dari kasus persoalan hukum yang melibatkan pendiri sekaligus pimpinan ponpes bersangkutan yang saat ini tengah ditangani aparat Polresta Loteng.
Proses serah terima pengelolaan ponpes tersebut direncanakan dilakukan langsung oleh Ketua Umum PB NWDI Dr. TGB. H. M. Zainul Majdi, M.A., alias Tuan Guru Bajang (TGB), Jumat (25/9).
Dengan pengalihan pengelolaan ponpes langsung di bawah kendali TGB tersebut diharapkan seluruh aktivitas di Ponpes ABW terutama proses belajar mengajarnya bisa kembali berjalan normal. “InsyaAllah Jumat besok (hari ini, red) akan ada serah terima kepengurusan, pengelolaan dan tanggung jawab ponpes dari pihak sebelumnya kepada Majelis Pendidikan PB NWDI di bawah komando Tuan Guru Bajang,” ungkap Ketua Umum Pengurus Daerah (PD) NWDI Loteng TGH Habib Ziadi Thahir, M.Pd., kepada awak media, Kamis (24/9).
Ditemui di kawasan Ponpes ABW Desa Bunkate, TGH. Habib Ziadi Thahir menegaskan pengalihan seluruh pengelolaan Ponpes ABW ke PB NWDI dimaksudkan untuk memastikan pengelolaan ponpes tidak berhenti dan bisa kembali berjalan normal. Dengan fokus utama yakni memastikan seluruh aktivitas belajar mengajar bisa kembali berjalan. Tanpa harus terganggu oleh persoalan hukum yang saat ini tengah dihadapi pimpinan ponpes sebelumnya.
Menurutnya, Ponpes ABW termasuk ponpes yang sarat akan prestasi serta salah satu ponpes unggulan di bawah NWDI. Banyak santri dan alumninya yang telah sukses menghadirkan prestasi di berbagai bidang, sehingga keberadaan Ponpes ABW sangat disayang oleh umat.
“Jadi akan sangat disayangkan kalau aktivitas ponpes tidak dilanjutkan hanya karena satu persoalan hukum. Maka semua kita berupaya memastikan ponpes ini bisa kembali beraktivitas dengan normal. Para santri bisa melanjutkan pendidikannya dengan aman. Begitu pula orang tua santri bisa melepas anak-anaknya untuk melanjutkan pendidikan di ponpes ini juga dengan tenang,” ujarnya.
Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada para santri dan santriwati yang saat ini tengah berada di rumah segera kembali ke ponpes. Para orang tua juga bisa mengantar kembali anak-anaknya ke ponpes. “Dengan kekuatan dan kebersamaan kita yakin masalah ini akan bisa dilalui,” tegasnya.
Disinggung terkait proses hukum terhadap pimpinan Ponpes ABW sebelumnya, Habid Ziadi mengatakan pada prinsipnya pihaknya tetap menghormati proses hukum yang ada. Bahkan mendorong supaya proses hukum terhadap kasus tersebut bisa secepatnya dituntaskan supaya ada kepastian hukum.
“Kita semua mendorong penegakkan hukum. Seperti apa teknisnya itu apparat penegak hukum yang tentunya lebih tahu. Kalau kami fokus bagaimana memastikan pengelolaan ponpes bisa Kembali berjalan normal. Dan, semua santri bisa mendapatkan semua hal-haknya.Terutama hak untuk memperoleh kepastian keberlanjutan pendidikan,” tandasnya. (kir)



