Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) akan membangun wahana rekreasi waterboom di kawasan Mataram Water Park (MWP), Jalan Udayana. Wahana baru tersebut merupakan bagian dari lanjutan revitalisasi fasilitas MWP dengan anggaran yang diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Mataram, Lalu Samsul Adnan, mengatakan revitalisasi lanjutan tersebut bertujuan agar MWP dapat dinikmati masyarakat secara lebih luas, terutama sebagai sarana rekreasi keluarga.
Menurut Samsul, selama ini masih banyak masyarakat yang menganggap MWP hanya diperuntukkan bagi kegiatan renang profesional dan atlet. Karena itu, Wali Kota Mataram meminta agar fasilitas di kawasan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan rekreasi anak-anak.
“Pak Wali meminta jangan sampai yang difasilitasi hanya untuk profesional saja. Beliau minta agar ada kegiatan untuk anak-anak, seperti waterboom,” ujar Samsul, pekan kemarin.
Ia mengatakan MWP sebenarnya memiliki peminat yang cukup tinggi. Aktivitas renang berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Bahkan, kata dia, sejumlah masyarakat mengusulkan agar tersedia jadwal penggunaan fasilitas pada malam hari.
Saat ini, Dispora Kota Mataram tengah menyusun desain awal wahana waterboom tersebut. Desain dan konsep penataan akan terlebih dahulu diajukan kepada Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, untuk dibahas bersama sebelum memasuki tahap pengerjaan fisik.
“Anggarannya kemungkinan kisaran sekitar Rp1 miliar,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan wahana waterboom di kawasan MWP diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Mataram. Ia menyebut pendapatan dari MWP terus mengalami pertumbuhan dan telah mencapai 80 persen dari target sebesar Rp15 miliar pada 2026.
“Pendapatan dari MWP terus mengalami pertumbuhan. Mudah-mudahan tahun depan anggarannya ada. Biar bisa meningkatkan PAD,” pungkasnya.
Pengembangan MWP ini sekaligus menjadi upaya Pemkot Mataram untuk mengoptimalkan aset daerah agar tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas olahraga, tetapi juga menjadi salah satu ruang rekreasi masyarakat. Jika rencana pembangunan waterboom terealisasi, kawasan MWP diharapkan dapat memberikan pilihan aktivitas yang lebih beragam, khususnya bagi keluarga dan anak-anak.
Meski demikian, pembangunan fisik waterboom masih menunggu penyelesaian desain, pembahasan konsep, serta ketersediaan anggaran. Pemerintah juga perlu memastikan penataan fasilitas baru tersebut tetap terintegrasi dengan fasilitas olahraga yang telah ada di kawasan MWP. (pan)



