BerandaNTBSUMBAWA BARATKebocoran Jaringan Meningkat, Perumdam Bintang Bano Batasi Debit Air Distribusi

Kebocoran Jaringan Meningkat, Perumdam Bintang Bano Batasi Debit Air Distribusi

Taliwang (Suara NTB) – Perumdam Bintang Bano Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melakukan pengaturan debit air yang dialirkan dari sumber air baku Bendungan Bintang Bano menyusul banyaknya kebocoran pada jaringan perpipaan setelah dilakukan penyambungan sumber air tersebut. Saat ini, debit air yang dialirkan dari bendungan tersebut dibatasi maksimal sekitar 35 liter per detik.

Direktur Perumdam Bintang Bano, Beny Ahmadi menjelaskan, pengaturan debit dilakukan untuk menjaga kondisi jaringan sekaligus memenuhi kebutuhan suplai ke seluruh wilayah layanan. Pasalnya, debit 35 liter per detik menjadi kapasitas yang digunakan sementara dalam proses penanganan kebocoran jaringan.

“Kita pakai 35 liter per detik karena kita juga harus pastikan semua wilayah layanan mendapat suplai air,” kata Beny.

Menurut Benny, pihaknya saat ini terus melakukan identifikasi terhadap titik-titik kebocoran. Identifikasi dilakukan berdasarkan laporan masyarakat maupun temuan petugas di lapangan. Setiap laporan kemudian ditindaklanjuti untuk mengetahui penyebab kerusakan jaringan.

Dari hasil evaluasi, Benny menyebut, kebocoran tidak semata-mata disebabkan oleh penambahan debit air setelah jaringan disambungkan dengan sumber Bendungan Bintang Bano. Perumdam juga menganalisis sejumlah faktor lain seperti usia pipa, jenis pipa serta metode penanaman pipa yang digunakan sebelumnya. “Laporan sementara paling banyak bocor di Bertong, Serangin dan Sampir,” ungkapnya.

Beny menjelaskan, jaringan distribusi utama (JDU) dari sumber Bintang Bano di dalam kota menggunakan pipa dengan diameter bervariasi mulai 14-16 inci. Pada jaringan distribusi milik Perumdam, juga terdapat pipa berdiameter 10-16 inci yang digunakan untuk menjaga kestabilan tekanan air.

Dari hasil analisis sementara, sejumlah kerusakan jaringan terjadi karena faktor usia dan jenis pipa serta metode penanaman yang kurang sesuai. Perumdam menyiapkan sejumlah opsi penanganan mulai dari reposisi pipa, peremajaan jaringan hingga tindakan teknis lainnya sesuai kondisi di lapangan. “Kalau ada pengerjaan infrastruktur dan terdampak pada jaringan PDAM, maka kami juga melaksanakan reposisi atau sekaligus peremajaan jaringan,” imbuh Benny.(bug)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN








VIDEO