BerandaNTBKOTA MATARAMTurun Menjadi 15 Kasus

Turun Menjadi 15 Kasus

PEMERINTAH Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, mencatat penurunan kasus stunting dari 33 kasus pada 2025 menjadi 15 kasus pada 2026. Penurunan tersebut merupakan hasil intervensi yang dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai sektor, termasuk pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Lurah Pejeruk, Lalu Bagus Afryadi, mengatakan penanganan stunting dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, pihak swasta, dan sektor kesehatan. Salah satu bentuk intervensi yang dilakukan yakni Pemberian Makanan Tambahan (PMT) serta program Jalan Sehat Atasi Stunting (Jastis).

“Terakhir di 2025 sekitar 33, dan sekarang sudah berkurang menjadi 15 kasus,” ujarnya, Selasa (29/9).

Menurutnya, program Jastis menjadi salah satu upaya yang dilakukan untuk mempercepat penanganan kasus stunting. Ketika ditemukan kasus, petugas bersama kader langsung melakukan penanganan secara jemput bola dengan mendatangi rumah warga.

Selanjutnya, anak yang membutuhkan penanganan akan dibawa ke puskesmas atau dirujuk ke rumah sakit sesuai dengan kondisi dan kebutuhan medisnya.

Berdasarkan data Kelurahan Pejeruk, jumlah kasus stunting pada 2025 mencapai 33 kasus. Angka tersebut kemudian turun menjadi 15 kasus pada 2026. Bagus menilai penurunan tersebut tidak terlepas dari berbagai intervensi yang dilakukan secara kolektif dan berkelanjutan.

Meski demikian, upaya penanganan stunting masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah rendahnya kesadaran sebagian orang tua untuk membawa anak mereka ke posyandu secara rutin.

“Kadang-kadang warga kita merasa sibuk dan malas membawa anaknya. Akhirnya, kita bersama kader melakukan jemput bola ke rumahnya,” ungkapnya.

Karena itu, Bagus mengimbau para orang tua untuk rutin membawa anak ke posyandu. Pemeriksaan secara berkala dinilai penting untuk memantau tumbuh kembang anak sekaligus mendeteksi lebih awal apabila terdapat masalah pertumbuhan.

Bagus berharap kolaborasi antara orang tua, pemerintah, kader, sektor kesehatan, pihak swasta, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan keterlibatan seluruh pihak, penanganan stunting di Kelurahan Pejeruk diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.

Penurunan dari 33 kasus menjadi 15 kasus menjadi capaian dalam upaya penanganan stunting di Kelurahan Pejeruk. Namun, pemerintah kelurahan tetap perlu menjaga intervensi dan pemantauan agar kasus yang sudah ditangani tidak kembali meningkat serta kasus baru dapat segera diketahui. (pan)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN








VIDEO