BerandaNTBKOTA MATARAMBagi Kuota Secara Proporsional

Bagi Kuota Secara Proporsional

WAKIL Ketua DPRD Kota Mataram, Hj. Istiningsih, S.Ag., menyoroti minimnya kuota bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kota Mataram untuk mengikuti bazar dalam rangkaian event MotoGP di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Isti menilai, pemberian kesempatan hanya kepada satu UMKM dari Kota Mataram menjadi ironi mengingat jumlah pelaku UMKM di ibu kota provinsi tersebut cukup banyak dengan beragam produk unggulan.

“Ini ironi sebenarnya kalau hanya dapat satu untuk sekota Mataram. Sementara UMKM kita ini jumlahnya luar biasa banyak,” ujar Isti kepada Suara NTB di ruang kerjanya.

Menurutnya, event MotoGP merupakan momentum yang tidak datang setiap tahun. Kehadiran wisatawan domestik maupun mancanegara dalam ajang internasional tersebut seharusnya dimanfaatkan untuk memperluas promosi produk lokal NTB, termasuk produk UMKM Kota Mataram.

Isti meminta agar terdapat terobosan dan pembagian kuota secara proporsional bagi UMKM dari seluruh kabupaten/kota di NTB. Menurut dia, daerah yang menjadi lokasi utama penyelenggaraan event memang layak memperoleh porsi lebih besar, namun kabupaten/kota lainnya tetap harus diberikan ruang.

“Sebagai tuan rumah mungkin bisa diberikan yang agak lebih banyak. Tetapi kabupaten/kota lain juga diberikan haknya untuk bisa mengikuti bazar yang ada di arena,” kata orang nomor dua di DPRD Kota Mataram ini.

Ia juga mengingatkan agar pelaksanaan bazar tidak didominasi UMKM dari satu wilayah hingga menimbulkan kesan monopoli. Sebab, Mataram sebagai bagian dari NTB juga memiliki produk yang layak diperkenalkan kepada pengunjung MotoGP.

Isti menyebut kondisi tersebut bahkan dinilai mengalami kemunduran jika dibandingkan dengan penyelenggaraan MotoGP sebelumnya. Saat itu, UMKM asal Mataram disebut memperoleh kesempatan lebih banyak untuk berpartisipasi.

Padahal, kata dia, UMKM Kota Mataram memiliki produk yang sangat beragam, mulai dari kuliner hingga kerajinan seperti tenun. Pemerintah juga telah berulang kali memberikan pelatihan, termasuk dalam hal pengemasan produk.

“Kalau tidak diberikan panggung, bagaimana mereka bisa memperkenalkan produk khas daerah?” ujar Ketua DPD PKS Kota Mataram ini.

Ia berharap pemerintah dapat mengevaluasi kembali pembagian kuota bazar sehingga event MotoGP benar-benar menjadi ruang promosi bersama bagi UMKM NTB, termasuk Kota Mataram. (fit)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN








VIDEO