Dompu (Suara NTB) – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Dompu mengkritisi rendahnya realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga akhir Agustus 2026. Dari target sebesar Rp189,25 miliar, baru terealisasi Rp78,37 miliar atau 41,41 persen. Kendati demikian, pendapatan dipastikan tembus mencapai 100 persen.
Juru Bicara Banggar DPRD Dompu, H. Mulyadi Jaya mengatakan, Banggar tidak hanya mencermati perubahan angka dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah, tetapi juga perkembangan realisasi pendapatan, transfer pusat, belanja, pelaksanaan program strategis, penyerapan anggaran, kondisi kas daerah hingga proyeksi APBD sampai akhir tahun.
Dalam struktur perubahan APBD 2026, pendapatan daerah yang semula sebesar Rp1,128 triliun meningkat menjadi Rp1,220 triliun atau bertambah Rp91,87 miliar. Kenaikan terbesar bersumber dari pendapatan transfer pemerintah pusat. Sementara dari sisi pajak daerah justru terjadi penurunan lebih dari Rp18 miliar.
Pemerintah daerah diminta melakukan optimalisasi PAD, terutama terhadap sumber-sumber pendapatan yang masih berpotensi ditingkatkan. Selain itu, kesenjangan antara target dan realisasi PAD perlu dievaluasi.
“Target PAD tahun 2026, berapa yang sudah terealisasi sampai saat ini dan apa langkah konkret pemerintah daerah untuk memastikan target tersebut tercapai sampai akhir tahun,” tegas Mulyadi Jaya.
Sementara itu, belanja daerah dalam perubahan APBD meningkat dari Rp1,174 triliun menjadi Rp1,292 triliun atau bertambah Rp117,41 miliar. Banggar memberi perhatian khusus terhadap penyerapan anggaran, meskipun kenaikan terbesar terdapat pada belanja modal yang disebut meningkat lebih dari Rp21 miliar.
Sisa waktu pelaksanaan APBD 2026 harus dimanfaatkan maksimal. Namun, percepatan serapan anggaran tidak boleh mengorbankan kualitas pekerjaan, ketepatan sasaran, kepatuhan terhadap aturan pengadaan barang dan jasa serta prinsip efisiensi dan akuntabilitas.
Dengan struktur perubahan tersebut, defisit APBD mencapai Rp72,03 miliar. Defisit itu ditutup melalui pembiayaan yang bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun sebelumnya mengalami peningkatan dari sebelumnya Rp46,5 miliar menjadi Rp72,03 miliar.
Bupati Dompu, Bambang Firdaus menyampaikan realisasi pendapatan daerah hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp795,36 miliar atau 70,49 persen dari target APBD murni sebesar Rp1,128 triliun. Sementara realisasi belanja hingga periode yang sama mencapai Rp641 miliar atau 54,27 persen dari total belanja Rp1,181 triliun. Khusus PAD, realisasinya baru mencapai Rp78,37 miliar atau 41,41 persen dari target Rp189,25 miliar.
Sejumlah langkah telah disiapkan untuk mengejar target tersebut. Di antaranya melakukan penagihan aktif pajak dan retribusi daerah, menerbitkan peraturan bupati tentang insentif penghapusan denda PBB-P2, memperkuat regulasi pajak dan retribusi, serta bekerja sama dengan Kejaksaan dalam penagihan piutang pajak daerah.
Selain itu, mengintensifkan sosialisasi pajak dan retribusi, memperkuat kerja sama dengan perbankan dan e-commerce serta meningkatkan koordinasi dengan OPD pengelola retribusi.
Bupati mengatakan pemerintah menyadari capaian tersebut masih membutuhkan percepatan karena waktu pelaksanaan APBD 2026 semakin terbatas. “Keberhasilan pembangunan bukan hanya diukur dari penyerapan anggaran, tetapi juga dari kualitas hasil pekerjaan dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat,” kata pemerintah dalam jawaban tersebut.
Bupati juga mengaku telah menyiapkan sejumlah strategi percepatan penyerapan anggaran. Di antaranya menetapkan target penyerapan secara periodik pada masing-masing OPD, mengidentifikasi kegiatan yang menjadi penghambat, mempercepat kegiatan yang siap ditender atau ditayangkan melalui sistem pengadaan, mempercepat administrasi pembayaran serta mengevaluasi kegiatan yang berpotensi tidak terlaksana.
Untuk akhir tahun, Pemkab Dompu menargetkan pendapatan di APBD Perubahan sebesar Rp1,220 triliun dapat terealisasi 100 persen lebih. Target tersebut antara lain ditopang pemenuhan syarat penyaluran dana transfer dari pemerintah pusat dan upaya seluruh OPD penghasil PAD memenuhi target yang telah ditetapkan. (ula)



