BerandaNTBLOMBOK BARATLima OPD di Lobar dengan Realisasi PAD Masih Merah Jadi Sorotan, Wabup...

Lima OPD di Lobar dengan Realisasi PAD Masih Merah Jadi Sorotan, Wabup Minta Tangkap Peluang MotoGP

Giri Menang (Suara NTB) – Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Lombok Barat (Lobar) pada triwulan III ini mencapai 73 Persen. Capaian ini dinilai lumayan bagus, karena masih ada waktu empat bulan ke depan untuk mengejar target. Namun, dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD)-OPD penghasil PAD, terdapat lima OPD di antaranya masih merah karena capaiannya di bawah 50 persen dari target.

Wakil Bupati (Wabup) Lobar, Hj. Nurul Adha mengatakan, capaian PAD hingga bulan ini lumayan bagus. “Sudah lumayan itu progresnya, tapi terus digenjot apalagi MotoGP dan seterusnya,” kata Wabup, selepas paripurna pengesahan APBD perubahan di Gedung DPRD, Selasa (29/9/2026).

Pihaknya terus menekankan kepada OPD menggenjot lagi capaian PAD-nya. Terlebih pada ajang MotoGP yang digelar pada bulan depann.

Wabup menargetkan agar target PAD tahun ini bisa tercapai sesuai yang diharapkan. Terlebih kalau ada penambahan target, apalgi tidak ada penambahan maka OPD harus mencapai target PAD.

Sementara itu, Kepala Bapenda Lobar, Lalu Agha Farabi menyebutkan capaian PAD secara keseluruhan terutama non-BLUD mencapai 79,65 persen dari target.

Untuk capaian masing-masing OPD, terutama yang masih rendah di bawah 50 persen terdapat lima OPD. Terkait kendala masih rendahnya capaian PAD beberapa OPD ini, pihaknya belum tahu pasti karena itu ranah di masing-masing OPD.

Namun, nanti pada akhir Triwulan III ini akan dilakukan evaluasi dibawah koordinasi Asisten III. Hasil capaian ini terus dievaluasi bersama pimpinan dan Asisten terhadap OPD-OPD penghasil PAD di bawah koordinasi Asisten III.

Apalagi ada OPD yang memasang target tinggi, tapi tidak sesuai kondisi di lapangan sehingga tidak bisa tercapai. “Ini apa kendalanya, kita harus reviu,” ujarnya.

Sementara itu, anggota komisi II DPRD Lobar Munawir Haris mengingatkan OPD tidak pasang target PAD muluk-muluk. Pasalnya, target PAD tahun 2026 belum optimal dicapai bahkan ada OPD yang realisasinya baru 9 persen.

Ia menyorot OPD yang realiasi PAD masih 9 persen hingga akhir Agustus. Sementara interval waktu yang efektif tahun ini tersisa 3-4 bulan. Untuk itu ia meminta agar target PAD harus realistis, tidak boleh terlalu tinggi dan bombastis, tetapi realisasinya sangat rendah. Ia mencontohkan Dinas Pariwisata Ekomoni Kreatif Pemuda olahraga, targetnya Rp1 miliar tetapi sampai saat ini terealisasi baru Rp90 juta, sedangkan sisanya Rp900 juta lebih belum dicapai.

Selanjutnya, DPMPTSP dari target Rp2 miliar, baru terealisasi 30 persen. Menurutnya hal ini menjadi beban bagi OPD, sehingga kedepan untuk menciptakan good and clean government maka OPD harus persentasi dulu terkait target sesungguhnya PAD, barulah mereka membuat fakta integritas. Menurutnya target begitu besar pada APBD Murni tidak masuk akal, sehingga pola mindset harus diubah. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN








VIDEO