Giri Menang (Suara NTB) – Dinas Perhubungan Lombok Barat selaku pengelola Pelabuhan Senggigi menambah trip kapal cepat di rute penyeberangan Gili Trawangan-Senggigi menuju Gili Gede Sekotong mulai Kamis (1/10/2026). Langkah ini sebagai upaya pihak Pelabuhan Senggigi dalam hal ini Dinas Perhubungan selaku pengelola dalam mendukung mobilitas wisatawan selama periode ajang balap MotoGP Mandalika nanti.
Kepala Dinas Perhubungan Lombok Barat, Drs. M. Hendrayadi mengatakan, pihaknya tidak berada dalam struktur penyelenggara MotoGP, karena persiapan dan pengelolaan ajang tersebut menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
Meski demikian, Lombok Barat berada pada posisi strategis karena menjadi salah satu wilayah yang dilewati masyarakat dan wisatawan dari luar daerah menuju sejumlah destinasi. Perhatian Dishub diarahkan pada kesiapan transportasi, baik jalur darat maupun laut, agar peningkatan mobilitas masyarakat selama momentum MotoGP dapat terlayani.
Untuk itu, pihaknya menambah satu trip kapal yang melayani konektivitas Senggigi menuju kawasan Gili Trawangan dan Gili Gede Sekotong mulai 1 Oktober 2026. Kapal yang digunakan nantinya tidak berukuran besar, namun dinilai cukup untuk menambah pilihan perjalanan bagi wisatawan dan masyarakat.
“Ini salah satu upaya kami mengurai kebutuhan masyarakat yang datang, baik dari luar daerah maupun mancanegara,” katanya.
Dengan tambahan tersebut, pelayanan yang sebelumnya berjalan dengan delapan kapal dan 14 trip akan bertambah menjadi sembilan kapal dengan 15 trip. Namun, tambahan perjalanan itu tetap bersifat lokal dan belum merupakan penambahan khusus untuk pelayanan MotoGP.
Hendrayadi menjelaskan, jalur yang dilayani mencakup konektivitas Gili Trawangan-Senggigi serta Senggigi menuju kawasan Sekotong. “Untuk MotoGP sendiri belum ada penambahan trip khusus. Kondisinya masih normal, yakni 14 trip dengan delapan kapal. Nanti mulai 1 Oktober ada tambahan satu trip sehingga menjadi 15 trip dengan sembilan kapal,” ucapnya.
Selain transportasi laut, Dishub Lombok Barat juga menyiapkan koordinasi lintas instansi untuk mengantisipasi meningkatnya pergerakan kendaraan di sejumlah ruas yang berpotensi padat.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus mengantisipasi kepadatan yang mungkin muncul seiring meningkatnya aktivitas wisatawan.
Di sisi lain, Dishub juga mendorong masyarakat dan pengguna jalan untuk bersama-sama menjaga keamanan serta kondusivitas selama rangkaian kegiatan MotoGP berlangsung.
Hendrayadi mengatakan pihaknya memanfaatkan berbagai platform media untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar ikut menjaga stabilitas lalu lintas dan keamanan selama periode kunjungan wisatawan.
Mengenai besaran persentase peningkatan wisatawan yang masuk melalui Pelabuhan Senggigi, Hendrayadi mengakui pihaknya belum memiliki angka resmi yang dapat dijadikan acuan. Namun, berdasarkan pengamatan terhadap aktivitas kunjungan, terdapat perubahan dibandingkan periode sebelumnya. Bahkan, informasi dari masyarakat menunjukkan sejumlah wisatawan telah mulai tinggal lebih lama di Lombok Barat.
Menurut Hendrayadi, kesiapan transportasi dan pengamanan lalu lintas menjadi bagian penting agar mobilitas wisatawan tetap berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lokal. (her)



