Praya (Suara NTB) – Sebanyak 75 pelajar jenjang SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) berkumpul di SMKN 1 Praya, Sabtu (3/10/2026). Para generasi muda ini berjejaring, saling bertukar cerita, serta membedah berbagai isu sosial melalui program Ruang Perjumpaan yang dijalankan oleh ECCO Foundation bersama BASAibu Wiki NTB.
Inisiatif tahun kedua di NTB ini terlaksana berkat dukungan NTN Foundation melalui jaringan sekolah mereka di Loteng. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Koordinator Bidang Kurikulum dan Kelembagaan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi NTB, Lalu Amiq Wardan, S.Pd., M.Pd.
Dalam sambutannya, Lalu Amiq menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya ruang dialog tatap muka antar-pelajar tersebut.
Esensi utama dari Ruang Perjumpaan adalah menghadirkan ruang aman atau safe space yang inklusif dan ramah bagi remaja. Di sini, seluruh peserta memiliki hak dan kesetaraan yang sama untuk didengar tanpa rasa takut dihakimi atau diremehkan karena faktor usia.
Didampingi fasilitator berpengalaman, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok diskusi terarah. Setiap kelompok ditantang membedah satu isu sosial aktual di NTB, melacak akar masalah, memetakan dampak, hingga merumuskan alternatif solusi yang realistis.
Metode penyampaian hasil diskusi dikemas unik layaknya pameran seni (gallery walk). Perwakilan kelompok bertindak sebagai kurator yang menjelaskan peta pemikiran mereka, sementara kelompok lain berkeliling memberikan tanggapan, pertanyaan, serta masukan kritis. Interaksi dinamis ini membuktikan bahwa pelajar daerah memiliki kapasitas berpikir kritis yang tajam apabila diberikan ruang partisipasi yang tepat.
Salah satu isu hangat yang menyita perhatian peserta adalah maraknya praktik bullying atau perundungan di lingkungan sekolah maupun ruang digital atau cyberbullying.
Siswa SMAN 1 Praya yang menjadi peserta kegiatan mengungkapkan keprihatinannya terhadap batas tipis antara perundungan dan lelucon di kalangan remaja.
Sukses digelar di Kota Mataram pada 2025 lalu, penyelenggaraan Ruang Perjumpaan edisi 2026 di Lombok Tengah ini menunjukkan tingginya antusiasme serta daya kritis pelajar di luar pusat ibu kota provinsi. Para pihak berharap gerakan edukatif ini dapat dilaksanakan secara berkala dan menjangkau wilayah yang lebih luas di seluruh NTB. (ron)



