Tanjung (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., terus mendorong RSUD Lombok Utara untuk berinovasi dalam pelayanan. Hal tersebut sejalan dengan fungsi rumah sakit serta status KLU sebagai destinasi pariwisata internasional.
“RSUD Lombok Utara merupakan salah satu harapan bersama masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas, mudah diakses, dan terus berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman,” ujar Bupati, saat menghadiri perayaan HUT ke-16 RSUD KLU, Jumat (2/8/2026).
Ia mengapresiasi pelayanan yang diberikan oleh manajemen rumah sakit, baik dokter spesialis, dokter umum, tenaga kesehatan, serta jajaran manajemen yang mendukung kelancaran administrasi rumah sakit. Tanpa dedikasi dan kerja keras, kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak akan tercapai seperti saat ini.
Nanjmul berharap, RSUD KLU dapat tumbuh, pelayanan semakin maju dengan mangadaptasi perubahan teknologi. Ia melihat, animo masyarakat untuk mengakses RSUD KLU sebagai rumah sakit pratama, memperlihatkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan.
Di sisi lain, Bupati tidak menampik banyaknya keinginan masyarakat dalam memperoleh layanan medis. Hal tersebut tentu menjadi motivasi bagi manajemen untuk terus mengembangkan pelayanan sesuai kapasitas dan sumber daya yang dimiliki.
Sementara, Direktur RSUD KLU, drg. Nova Budiharjo, M.Kes., mengakui inovasi pelayanan terus diupayakan. Saat ini, manajemen RSUD sedang menunggu bantuan alat kesehatan untuk menunjang pelayanan Intensive Care Unit (ICU), sitotoksik, radiologi hingga catheterization laboratory (cath lab) dari Kemenkes RI.
Selain pemenuhan fasilitas kesehatan, RSUD KLU juga terus melakukan penguatan SDM, khususnya tenaga dokter spesialis. Salah satunya dengan menyiapkan dokter spesialis kanker yang saat ini masih menjalani pendidikan dan diproyeksikan dapat melayani pada akhir tahun 2027 atau awal 2028 mendatang.
Lebih lanjut, Nova mengatakan bahwa salah satu perhatian manajemen rumah sakit adalah letak strategis KLU sebagai salah satu daerah penyangga kawasan pariwisata di NTB. Angka kunjungan wisatawan yang tinggi di Tiga Gili, tentu harus dibarengi dengan layanan kesehatan yang memadai.
Oleh karenanya, pada 2027 mendatang, pihaknya berharap dapat memperoleh tambahan tenaga dokter spesialis, khususnya di bidang bedah ortopedi dan kanker, sehingga jumlah tenaga dokter spesialis dapat mencapai sekitar 29 orang. (ari)



