BerandaEKONOMIPerdana, Bank NTB Syariah Biayai Ongkos Pekerja ke Jepang dengan Skema KUR

Perdana, Bank NTB Syariah Biayai Ongkos Pekerja ke Jepang dengan Skema KUR

Mataram (Suara NTB) – Bank NTB Syariah mulai masuk ke pembiayaan calon pekerja migran Indonesia (PMI) asal NTB yang akan bekerja ke luar negeri. Untuk pertama kalinya, bank milik daerah ini membiayai biaya keberangkatan peserta program pemagangan ke Jepang dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bali Tosha Lombok Kochi.


Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin juga melakukan penandatanganan kerjasama dengan Direktur LPK Bali Tosha Lombok Kochi, Abdurrahman, disaksikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) NTB, Dr. Aidy Furqan, bersamaan dengan pelepasan sebanyak 21 peserta magang ke Jepang, Senin, 5 Oktober 2026.


Nazar mengatakan, pembiayaan tersebut menjadi bagian dari komitmen bank daerah dalam membuka akses pembiayaan bagi masyarakat NTB yang memiliki peluang kerja di luar negeri.


“Bank daerah itu harus melihat potensi daerah dan men-support kebijakan-kebijakan positif pemerintah daerah. Saya melihat ini sangat masuk akal,” kata Nazaruddin.


Ia menjelaskan, skema pembiayaan diberikan kepada calon PMI yang telah memenuhi persyaratan formal untuk bekerja di luar negeri. Di antaranya telah memiliki visa, dokumen kelayakan, serta kontrak kerja yang jelas.


Besaran pembiayaan disesuaikan dengan kebutuhan atau real cost keberangkatan calon PMI. Dengan demikian, peserta tidak harus mencari biaya dengan meminjam kepada keluarga, kerabat, bahkan menggadaikan aset untuk memenuhi biaya keberangkatan.


“Teman-teman itu (calon pekerja ke luar negeri) bebannya cukup besar. Misalnya mereka harus pinjam ke luar, kemudian menggadaikan sawah dan lain-lain untuk berangkat ke luar negeri. Di situ peran bank (Bank NTB Syariah),” ujarnya.


Untuk pembiayaan calon PMI ke Jepang, Bank NTB Syariah menggandeng LPK sebagai bagian dari skema kerja sama. Nazaruddin mengatakan, pola ini akan terus dikembangkan untuk pembiayaan calon PMI ke negara lainnya.


Menurut Nazaruddin, keputusan Bank NTB Syariah masuk ke pembiayaan PMI tidak semata-mata didorong aspek bisnis. Sebagai bank daerah, pihaknya melihat penempatan tenaga kerja luar negeri sebagai salah satu potensi ekonomi masyarakat NTB yang perlu didukung.


NTB sendiri merupakan salah satu daerah dengan jumlah pekerja migran yang cukup besar di luar Pulau Jawa.


“Ini menyangkut penghidupan banyak teman-teman kita di NTB. Masa kami sebagai bank daerah tidak ikut mendukung. Makanya kami harus berada di bagian paling depan untuk mendukung teman-teman NTB,” katanya.


Nazaruddin menyebut pembiayaan PMI ke Jepang merupakan tahap awal. Bank NTB Syariah juga tengah menyiapkan skema pembiayaan untuk calon PMI tujuan berbagai negara lainnya, tanpa terkecuali ke Malaysia.


Untuk pembiayaan calon PMI secara keseluruhan, Bank NTB Syariah menyiapkan alokasi yang tahun ini sekitar Rp5 miliar. Nilai tersebut masih dapat ditingkatkan seiring bertambahnya kerja sama dengan LPK maupun perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI).


Nazaruddin mengatakan, bank akan memperluas kerja sama dengan lembaga penempatan dan pelatihan yang memiliki legalitas serta mekanisme penempatan yang jelas. “Ke mana pun, selama legalitasnya formal, kami biayai,” tegasnya. (bul)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO