BerandaNTBSUMBAWAProduksi Daging Ayam Lokal Capai 2 Ton

Produksi Daging Ayam Lokal Capai 2 Ton

Sumbawa Besar (Suara NTB)-Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Sumbawa,mencatat produksi daging ayam lokal baru mencapai 2 ton. Jumlah ini berbanding terbalik dengan kebutuhan masyarakat mencapai 14 ton per hari. Kondisi ini dikhawatirkan memicu inflasi di daerah.

“Kebutuhan daging ayam kita sangat tinggi, sementara yang mampu disiapkan pengusaha lokal hanya 2 ton. Hal ini mengakibatkan inflasi cukup tinggi,” kata Sekretaris DKP Kabupaten Sumbawa, Syaihuddin, Senin (5/9).

Rendahnya produksi daging ayam local mengakibatkan ketergantungan pasokan daging ayam dari luar daerah sangat tinggi. Kebutuhan masyarakat khususnya di wilayah timur meliputi Kecamatan Tarano, Empang, dan Plampang pasokan dipenuhi dari Kabupaten Bima.

Sementara untuk wilayah Barat Kabupaten Sumbawa meliputi Alas Barat, Alas, Buer, Utan, dan Rhee dipenuhi dari Pulau Lombok. Sedangkan, kebutuhan dalam kota dan beberapa wilayah di Sumbawa pasokan ayam didatangkan Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

“Kita kalah dengan Bima, karena mereka menjadi pemasok utama di wilayah timur. Kalau untuk dalam kota dari Pulau Jawa dan wilayah barat dari Pulau Lombok,” ucapnya.

Saat ini, dua pelaku usaha daging ayam lokal di Kabupaten Sumbawa. Pengusaha secara mandiri mengelola daging ayam serta membangun jejaring dengan perusahaan lainnya. Pemerintah mendorong peternak lokal bisa menjadi mitra perusahaan, sehingga produksinya tetap terjaga dan tidak bergantung dari luar daerah.

Selain itu, pihaknya akan membuka keran masuknya daging ayam beku dari luar daerah, tetapi kuota dibatasi. Tujuannya agar peternak ayam lokal tetap bersaing sehingga tidak mengganggu distribusi daging ayam lokal.

“Kami tetap membatasi jumlah daging ayam yang masuk ke Sumbawa untuk melindungi peternak lokal, jika tidak kita lakukan demikian maka inflasi di daerah akan sangat tinggi,” ujarnya.

Selain daging ayam, Sumbawa juga masih belum swasembada telur ayam. Sementara untuk kebutuhan lainnya seperti ikan, daging, sayur, bawang masih bisa terpenuhi dari dalam daerah. Hanya saja kata dia, kebutuhan cabai belum sepenuhnya bisa diproduksi dari dalam daerah.

Pihaknya berharap pemerintah pusat memperluas areal tanam untuk tanaman cabai. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan pasokan pangan dalam daerah bisa terpenuhi secara mandiri. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO