BerandaNTBSUMBAWA BARATDelegasi AIMS, Selat Torres, dan NUS Kaji Pengelolaan Pesisir Poto Tano

Delegasi AIMS, Selat Torres, dan NUS Kaji Pengelolaan Pesisir Poto Tano

Taliwang (Suara NTB) – Delegasi Australian Institute of Marine Science (AIMS), masyarakat Kepulauan Selat Torres Australia, dan National University of Singapore (NUS) mengunjungi Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman mengenai pengelolaan kawasan pesisir dan laut. Kunjungan tersebut berlangsung di Tourism Information Center (TIC) Poto Tano, Selasa (6/10).

Kegiatan yang difasilitasi Yayasan Juang Laut Lestari (JARI) itu mempertemukan para peneliti, akademisi, masyarakat pesisir, dan pemerintah daerah untuk membahas pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan.

Salah satu fokus pembahasan adalah bagaimana masyarakat pesisir menghadapi perubahan iklim serta menjaga ekosistem laut, termasuk biota laut dan terumbu karang. Pengalaman masyarakat Kepulauan Selat Torres dalam menjaga lingkungan laut menjadi salah satu pengetahuan yang dibagikan dalam kunjungan tersebut.

Delegasi juga berdiskusi mengenai tata kelola perikanan berkelanjutan dan pengembangan pariwisata pesisir. Pengembangan pariwisata dinilai perlu berjalan seiring dengan keberlangsungan mata pencaharian dan kehidupan sosial masyarakat pesisir.

Pertukaran pengalaman tidak hanya menyangkut aspek lingkungan, tetapi juga kearifan lokal masyarakat dalam membaca kondisi alam. Delegasi Selat Torres memperkenalkan sistem kalender tradisional yang digunakan masyarakat setempat, untuk menentukan waktu terbaik memancing dan bercocok tanam berdasarkan pergerakan rasi bintang dan arah angin.

Pengetahuan tersebut menjadi bagian dari pengalaman masyarakat pesisir yang dinilai relevan untuk dipertukarkan dengan masyarakat Poto Tano, terutama dalam menghadapi perubahan lingkungan dan mengelola sumber daya laut.

Dalam kunjungan itu, delegasi dari Australia dan Singapura ini juga memperkenalkan pemanfaatan limbah laut melalui kerajinan berbahan jaring bekas. Jaring yang tidak lagi digunakan diolah menjadi berbagai bentuk seperti gurita, lobster, dan buah kelapa.

Melalui kunjungan ini, para pihak mendorong terbentuknya ruang kolaborasi lintas negara dalam pertukaran pengetahuan, penelitian, pengelolaan lingkungan, serta pengembangan masyarakat pesisir.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah(Sekda) KSB, Khusnarti menyampaikan, bahwa kerja sama ini diharapkan dapat memperluas wawasan masyarakat Poto Tano dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendukung pengembangan pariwisata bahari yang tetap berbasis pada kelestarian lingkungan dan kearifan lokal.

“Kami menyambut positif kegiatan ini. Semoga ke depan kunjungan ini dapat ditingkatkan dalam bentuk kerja sama kolaborasi karena kita punya potensi pesisir yang dapat menjadi penopang ekonomi masyarakat,” tukas Khusnarti.(bug)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO