Giri Menang (Suara NTB) – Pengurus baru Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Seni Qasidah Indonesia (Lasqi Nusantara Jaya) Kabupaten Lombok Barat periode 2025-2030 resmi dikukuhkan dan dilantik oleh Ketua DPW Lasqi Nusantara Jaya Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Sinta Agathia M. Iqbal.
Pelantikan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Hj Nurul Adha pada Rabu (7/10/2026). Di mana suami dari Wabup Lobar, H. Utman Rifqi dikukuhkan sebagai Ketua Lasqi Nusantara Jaya Lobar. Di bawah kepengurusan baru, Lasqi Lobar berkomitmen menghidupkan kesenian qasidah di tengah masyarakat yang mulai tergerus zaman akibat gempuran seni budaya luar.
Pelantikan yang diadakan di Lobi kantor Bupati tesebut dihadiri oleh Asisten III H Fauzan Husniadi, para kepala OPD dan unsur terkait. Ketua Lasqi NTB, Sinta Agathia Iqbal disaksikan oleh Wabup secara resmi mengukuhkan H. Utman Rifqi sebagai Ketua sekaligus pelantikan jajaran pengurus Lasqi Lobar.
Diwawancara usai dilantik Ketua DPD Lasqi Nusantara Jaya Lobar H Utman Rifqi mengatakan kelembagaan Lasqi di Lobar seolah mati suri sejak tahun 2022, sehingga di masa pemerintahan sejak setahun lalu kelembagaan belum bisa langsung diaktifkan.
“Karenanya dengan momentum ini saya berharap yang kemarin mati suri bisa hidup lagi,” katanya didampingi pengurus Dr Syamsuriansyah dan Dr Mutmainnah.
Dikatakan, melalui kelembagaan Lasqi yang telah dibentuk ada wadah untuk menampung potensi dan mengasah bakat dari para talenta dari kalangan masyarakat Lobar, terutama para generasi muda. Sehingga Lasqi ini kedepan menjadi ruang publik untuk mengembangkan kreativitas di bidang qasidah dan pop islami.
Pihaknya juga menghadapi tantangan dimana Lasqi dianggap hal baru begitupula seni Qasidah mulai tergerus. Karena itu untuk menggaungkan lagi Lasqi dalam hal ini seni qasidah, Ustaz Rifki pun memiliki beberapa strategi. Diantaranya yang terpenting berkolaborasi dengan semua pihak, baik itu dengan OPD dan Kemenag serta pihak terkait lainnya.
Tak kalah penting juga, merangkul pelaku ekonomi kreatif media yang bisa menunjang sehingga tidak terlalu jauh ketertinggalan informasi dari generasi Z dan Alfa yang kurang mengenal budaya dalam seni Qasidah ini. “Jadi kolaborasi dari berbagai pihak Kita butuhkan,” imbuhnya.
Dikatakan, seni bersifat dinamis begitupula qasidah sehingga perlu dikemas dalam bentuk musik kreatif agar bisa diterima oleh gen Z maupun Alfa. Pihaknya juga akan menyasar masyarakat yang ada di pelosok-pelosok Desa. Sejauh ini kalangan di pelosok yang masih banyak mengingat seni Qasidah. Tinggal digali dan dibuatkan wahana ruang publik untuk bisa mengekspresikan musik qasidah ini kedepan.
Ia menambahkan agenda terdekat Lasqi Lobar, bisa mengikuti kegiatan Festival Lasqi provinsi dan lanjut tingkat nasional pada bulan November atau Desember. “Itu jangka pendek, jangka panjang kami tentu kami menggali potensi yang ada,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua Lasqi NTB, Sinta Agathia Iqbal menyampaikan bahwa NTB umumnya dan Lobar khususnya memiliki seni Qasidah, yakni seni yang bisa dinikmati oleh berbagai kalangan dan Usia.
Bahkan pada saat Festival Lasqi, ia menyaksikan banyak juga dari kalangan generasi muda yang terampil, termasuk anak-anak. “Ada yang SD, SMP dan ternyata penampilannya sangat bagus-bagus,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan pada pengurus Lasqi Lobar yang baru dikukuhkan, bahwa tantangan saat ini qasidah ini tidak banyak digemari oleh generasi muda terlebih gen alfa.
Anggapan yang berkembang bahwa qasidah ini musik khusus bagi ibu-ibu majelis taklim, yang notabene dari kalangan orang tua. Karena itulah untuk menggabungkan qasidah ini diadakan festival. Ke depan anak-anak yang juara pada level kabupeten maupun provinsi, terlebih lagi nasional dibina terus menerus hingga diberikan ruang. Dengan begitu, generasi di bawah lebih bersemangat mengikuti seni qasidah ini.
Selain itu tantangan di tengah masyarakat saat ini banyak gerakan, lirik, lagu seni yang tidak sesuai dengan budaya lokal. Untuk itulah, kedepan seni qasidah ini didorong bisa berjalan beriringan dengan kemajuan. Tanpa menghilangkan standar-standar khusus seni Qasidah itu, tetapi harus bisa masuk dan diterima oleh generasi gen alfa.
Sementara itu, Wabup Lobar dalam sambutannya menyampaikan selamat atas pelantikan pengurus Lasqi Lobar. “Semoga bisa menambah warna warni Lobar, karena dalam hidup kita itu memang butuh seni,” katanya.
Wabup mengatakan, untuk membawa daerah ini lebih bahagia maka membutuhkan seni. Karena itu, pengurus Lasqi pun dikukuhkan bisa melakukan langkah-langkah untuk menghidupkan seni qasidah di Lobar. Pemkab pun memiliki komitmen kuat mendukung pengembangan sen budaya terlebih seni islami di Lobar. (her)



