BerandaNTBLOMBOK TIMURBelum Ada Kasus Influenza A di Lotim

Belum Ada Kasus Influenza A di Lotim

Selong (Suara NTB) – Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur (Dikes Lotim) memastikan hingga saat ini belum ada kasus Influenza A yang teridentifikasi secara pasti di Lotim. Pernyataan ini disampaikan Kepala Dikes Lotim, H. Lalu Aries Fahrozi, menanggapi meningkatnya kasus influenza serta Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang banyak ditemui saat ini.

Aries ditemui media di Selong, Kamis (8/10/2026), menyampaikan, pemerintah dan Dikes telah mengeluarkan edaran untuk meningkatkan kewaspadaan. Influenza memiliki beberapa jenis, dan tipe A disebut sebagai tipe yang saat ini paling banyak ditemukan. Meski demikian, khusus di Lotim, kasus spesifik Influenza A belum teridentifikasi berdasarkan hasil surveilans. Langkah kewaspadaan tetap diambil sebagai antisipasi dan deteksi dini.

Ia menjelaskan, penyakit yang disebabkan virus secara umum bersifat self-limited disease, yaitu memiliki batas waktu tertentu untuk sembuh sendiri. Karena itu, masyarakat diimbau meningkatkan daya tahan tubuh melalui Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS), seperti istirahat teratur, makan cukup dan bergizi, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Dikes juga memastikan layanan kesehatan terus memberikan edukasi kepada masyarakat secara terus-menerus. Fasilitas kesehatan (faskes) telah disiapkan, dan warga diminta segera mendatangi faskes terdekat jika mengalami kondisi yang membutuhkan penanganan.

Berdasarkan data Dikes Lotim, terjadi peningkatan kasus influenza dalam tiga pekan terakhir. Kondisi musim kemarau yang berlangsung cukup panjang, disertai cuaca panas dan paparan debu, diduga menjadi salah satu faktor pemicu meningkatnya gangguan saluran pernapasan tersebut. Meski terjadi peningkatan, Dikes Lotim memastikan kondisi saat ini masih terkendali dan belum mengarah pada kejadian luar biasa.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dikes Lotim, H. Syahid Ramdan, mengatakan peningkatan kasus mulai terpantau pada minggu ke-36 hingga minggu ke-38 melalui sistem kewaspadaan dini dan respons yang dilakukan secara rutin. Kasus influenza saat ini ditemukan di sejumlah wilayah kerja puskesmas, di antaranya Rarang dan Sakra. Anak-anak dan lanjut usia (lansia) menjadi kelompok yang paling banyak mengalami influenza.

Terkait banyaknya kasus influenza dan ISPA, pihak medis belum dapat memastikan secara spesifik apakah infeksi yang ditemukan merupakan Influenza A atau jenis lainnya karena masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Masyarakat diharapkan tidak panik dan terus mengikuti informasi resmi dari dinas kesehatan.

Influenza A adalah penyakit infeksi saluran pernapasan bagian atas yang sangat menular dan disebabkan oleh virus influenza tipe A. Gejala biasanya muncul secara mendadak (onset akut) dan terasa lebih berat daripada flu biasa, meliputi demam tinggi, batuk kering, sakit tenggorokan, nyeri otot dan sendi (myalgia), sakit kepala, kelelahan ekstrem, serta pilek atau hidung tersumbat.

Penularan terjadi melalui percikan air liur atau droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Virus juga dapat menempel dan bertahan pada permukaan benda, lalu terhirup atau berpindah ke tangan yang menyentuh wajah. Berbeda dengan batuk pilek biasa yang disebabkan berbagai virus seperti rhinovirus dengan gejala bertahap dan lebih ringan, Influenza A muncul tiba-tiba dan memiliki risiko lebih tinggi menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia.

Dikes Lotim terus memperkuat edukasi melalui 35 puskesmas dan sembilan rumah sakit. Masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker ketika berada di tengah kerumunan atau lingkungan berdebu, menjaga waktu istirahat, serta mengonsumsi makanan bergizi. (rus)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO